Persyaratan Pengurusan Sertifikasi Iso 9001:2015

Persyaratan Pengurusan Sertifikasi Iso 9001:2015

Apa sih syarat untuk dapat melakukan pengurusan sertifikasi ISO 9001:2015? Apakah sulit? Mungkin hal ini pernah terfikirkan oleh Anda. Seiring dengan banyaknya pertanyaan tentang bagaimana langkah-langkah pengurusan sertifikasi ISO 9001:2015, maka kali ini Kami akan membantu Anda. Anda yang kesulitan dalam mengurus sertifikasi bisa simak informasi ini.

Seperti yang kita ketahuisertifikasi ISO 9001:2015 adalah sertifikat yang hanya dikeluarkan oleh lembaga/ badan sertifikasi resmi. Di Indonesia sendiri terdapat banyak badan sertifikasi resmi yang  dapat mengelarkan sertifikat ISO 9001:2015. Namun nyatanya untuk dapat memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015 itu sendiri tidaklah mudah. Karena sebuah perusahaan atau organisasi harus memenuhi syarat agar dapat mengajukannya.

Apa Saja Syarat Pengurusan Sertifikasi ISO 9001:2015?

Syarat yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk dapat memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015 adalah :

  1. Telah menerapkan sistem manajemen mutu IS0 9001:2015
  2. Lulus audit sertifikasi

Setelah perusahaan atau organisasi menerapkan ISO 9001:2015 maka perusahaan/ organisasi dapat  mengajukan diri untuk diaudit ke badan sertifikasi yang dikehendaki.

Pada ISO 9001 sebelumnya (2008), sebuah badan sertifikasi akan meminta perusahaan untuk mengirimkan dokumen ISO 9001. Dokumen tersebut meliputi :

  • pedoman mutu
  • kebijakan mutu
  • sasaran mutu
  • 6 prosedur wajib
  • prosedur kerja departemen / bagian
  • bukti pelaksanaan internal audit dan rapat tinjauan manajemen.

Namun pada ISO 9001:2015 ini, sebelum dilakukan proses audit, badan sertifikasi akan meminta informasi-informasi (documented information. Informasi-informasi tersebut berupa informasi yang membuktikan perusahaan telah menerapkan ISO 9001:2015. Informasi-informasi tersebut berupa dokumen Konteks Organisasi, Identifikasi Internal/Eksternal Issue, Identifikasi kebutuhan dan ekspektasi Stake Holder, Risk Assessment Report, Kebijakan, Quality Objective. Juga bukti internal audit & management review, serta beberapa prosedur/informasi tertulis terkait dengan core process (proses inti).

Perbedaan ISO 9001:2008 dan ISO 9001:2015 adalah tidak ada lagi keharusan mengirim 6 prosedur wajib dan Pedoman mutu (manual). Namun perusahaan dapat saja menempatkan context organisasi dalam dokumen yang disebut pedoman mutu atau manual perusahaan.

Baca : Memaknai Sistem ISO 9001:2015

Berapa Lama Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Audit Sertifikasi?

Jumlah hari dan waktu yang dibutuhkan untuk audit sertifikasi ditentukan oleh ruang lingkup, jumlah karyawan dan bidang pekerjaan dari perusahaan/organisasi. Akan tetapi secara teknis, audit sertifikasi dilakukan dalam 2 stage:

  1. Stage 1, tahap ini bertujuan memeriksa pemenuhan persyaratan dokumentasi, oleh beberapa Badan Sertifikasi stage 1 ini biasanya dilakukan Off site, tidak perlu datang ke perusahaan (mempertimbangkan urgency-nya).
  2. Stage 2, untuk memeriksa pemenuhan persyaratan implementasi secara keseluruhan di perusahaan/organisasi.

Apabila tidak ditemukan kegagalan major pada saat audit dan semua kegagalan minor & observasi telah dilakukan perbaikan, maka perusahaan/organisasi dapat dinyatakan lulus sertifikasi ISO 9001:2015. Sertifikat tersebut akanditerbitkan oleh Badan Sertifikasi rata-rata 1 bulan setelah semua temuan diperbaiki.

Berapa Lama Waktu Berlaku ISO 9001:2015?

Sertifikat ISO 9001:2015 tersebut memiliki masa berlaku 3 tahun. Di antara 3 tahun itu, badan sertifikasi akan melakukan audit surveillance 6 bulan sekali atau satu tahun sekali untuk memastikan konsistensi penerapan ISO 9001:2015 di perusahaan/organisasi. Setelah waktu 3 tahun, perusahaan/ organisasi juga akan diaudit re-sertifikasi, untuk pembaharuan dan perpanjangan sertifikat.

7 Prinsip Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Berapa Biaya Sertifikasi ISO 9001:2015?

Biaya yang diperlukan untuk sertifikasi ISO 9001:2015 besarnya tergantung bidang pekerjaan dan ruang lingkup dan besarnya perusahaan/organisasi.  Setiap badan sertifikasi juga memiliki standar harga yang berbeda-beda pula. Setidaknya sebuah perusahaan yang akan melakukan sertifikasi ISO 9001:2015 harus mempersiapkan :

  1. Biaya Audit Sertifikasi

Dikeluarkan di awal pengajuan sertifikasi

  1. Biaya Audit Surveillance

Dikeluarkan menjelang surveilance (6 bulan sekali atau setahun sekali).

Proses Sertifikasi  dapat berjalan dengan lancar bila perusahaan telah menerapkan persyaratan ISO 9001:2015 secara konsisten.

“Mendapatkan Sertifikat ISO 9001:2015 bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal demi meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengimplementasikan persyaratannya secara konsisten dan berkesinambungan”

Inilah Tahapan dan Hambatan dalam Sertifikasi ISO 9001:2015

Inilah Tahapan dan Hambatan dalam Sertifikasi ISO 9001:2015

Berbicara mengenai pelaksanaan proses implementasi ISO dalam perusahaan, tentu ada banyak tahapan tahapan dan keterbatasan tersendiri. Hal inilah yang dapat menyebabkan perusahaan mengalami hambatan dalam proses tersebut. Bentuk hambatan yang akan dialami oleh perusahaan biasanya tidak hanya dikarenakan faktor internal. Akan tetapi juga dikendalikan atau dipengaruhi oleh faktor dari luar perusahaan.

Apa saja tahapan yang harus dilalui oleh perusahaan dalam sertifikasi ISO?

Bagaimana bentuk hambatan dari faktor internal dan eksternal penerapan ISO itu sendiri?

Agar Anda tidak salah mengira, berikut adalah proses implementasi ISO dalam perusahaan :

  1. Menilai Gap Analysis yang Ada dalam Perusahaan Produksi

Pertama, dalam penerapan ISO di perusahaan ini adalah analisis proses dan prosedur yang berjalan dalam suatu organisasi. Konsultan ISO akan menentukan seberapa besar gap atau perbedaan antara proses operasi atau produksi perusahaan. Yaitu yang sesuai dengan persyaratan dasar perusahaan yang akan melakukan atau menerapkan ISO.

  1. Melakukan Pelatihan dan Persiapan Implementasi ISO

Kedua, tahapan yang dilakukan oleh seorang konsultan ISO akan mengajarkan bagaimana cara memberikan pemahaman yang jelas pada karyawan tentang persyaratan serta prosedur ISO 9001:2015.

Baca : Cara Mengurus ISO 9001:2015

  1. Mengupayakan Pengembangan Sistem dan Dokumentasi Perusahaan

Konsutan ISO mulai melakukan pembenahan pada perusahaan terkait manual mutu, prosedur yang wajib, instruksi kerja, sampai dengan form – form yang harus dibuat.

  1. Impelementasi Sistem dan Dokumen Perusahaan sesuai Persyaratan ISO

Tahapan yang keempat, perusahaan mulai harus melakukan implementasi persyarakat ISO dengan pengaturan sistem manajemen mutu yang sesuai. Apabila terjadi ketidaksesuaian syarat yang dilakukan oleh perusahaan ini akan berpengaruh terhadap penilaian audit yang dilakukan oleh perusahaan.

  1. Proses Audit Internal dan Tinjauan Manajemen ISO 9001:2015

Konsultan akan melakukan pemantauan ulang pada perusahaan yang menerapkan persyaratan ISO. Penilaian ini sebelumnya juga diimbangi dengan pelatihan perusahaan oleh konsultan ISO tentang cara melakukan audit internal dan tinjauan manajemen.

  1. Sertifikasi pada Perusahaan

Tahap terakhir setelah proses penilaian yang dilakukan oleh konsultan terlampaui secara seluruhnya. Maka perusahaan yang dinilai memenuhi kriteria kelayakan serta kesesuaian dengan sistem ISO akan langsung mendapatkan sertifikat ISO. Sertifikasi ISO ini diberikan oleh Badan Sertifikasi yang diakui. Tahapan penerapan ISO yang terakhir ini dinyatakan sebagai penentuan label kelayakan perusahaan untuk mendapatkan sertifikat ISO.

Keenam tahapan implementasi ISO 9001:2015 ini harus dilaksanakan secara keseluruhan oleh perusahaan produksi. Tapi untuk melewati tahap tersebut, perusahaan harus melewati berbagai hambatan.

Baca : Keuntungan Memiliki Sertifikasi ISO Untuk Perusahaan

Apa saja hambatan implementasi ISO?

Beberapa hambatan implementasi ISO ini diantaranya yaitu :

a.Hambatan dari Internal

  • Kurangnya kecakapan karyawan dalam mengimplementasikan persyaratan ISO
  • Ketersediaan peralatan produksi yang jauh dari standar
  • Skala produksi perusahaan yang masih menengah kebawah

b.Hambatan dari eksternal

  • Jadwal audit ISO dari konsultan yang terkesan mendadak
  • Skala penilaian ISO yang sama sehingga memberikan ketimpangan dalam perusahaan yang skala menengah ke bawah

Nah itulah tahapan untuk sertifikasi ISO 9001:2015. Jika Anda menemukan pertanyaan dan perlu konsultasi bisa langsung menghubungi nomor Kami.

Mengukur Kepuasan Pelanggan Menurut ISO 9001:2015

Mengukur Kepuasan Pelanggan Menurut ISO 9001:2015

Mendapatkan kepuasan dari pelanggan merupakan fungsi dari harapan dan kinerja yang dilakukan. Apabila kinerja produk yang dihasilkan lebih rendah yang diharapkan maka konsumen akan merasa tidak puas. Sedangkan jika kinerja sebuah produk atau jasa sesuai harapan maka konsumen akan merasa puas (satisfied), begitu pula jika kinerja produk atau jasa melebihi harapan maka konsumen akan merasa sangat puas (delighted).

Memberikan kepuasan kepada pelanggan merupakan sebuah kewajiban setiap perusahaan agar pelanggan kembali memberikan order atau menggunakan jasa perusahaan. Serta agar dapat membuat perusahaan tetap eksis di persaingan global. Pelanggan yang puas akan kembali lagi. Kira-kira itulah yang ingin dicapai standar internasional ISO 9001.

Persyaratan ISO 9001:2015 yang mengatur perihal kepuasan pelanggan bunyinya sebagai berikut:

    “Organisasi harus memantau persepsi pelanggan pada tingkatan untuk dapat menilai seberapa jauh kebutuhan dan harapan pelanggan telah terpenuhi. Organisasi harus menentukan metode untuk memperoleh, memantau dan meninjau informasi”

Apa Maksud Dari Persyaratan Tersebut?

Mungkin Anda bertanya demikian, nah maksud dari persyaratan ini adalah agar manajemen perusahaan senantiasa fokus pada umpan balik pelanggan dan mengevaluasi kepuasan pelanggan. Hal ini bertujuan untuk menentukan peluang-peluang untuk melakukan perbaikan. Persyaratan tersebut memberikan pendekatan dalam memahami persepsi pelanggan tentang produk dan layanan perusahaan dan untuk mengetahui seberaapa jauh kebutuhan dan harapan telah dipenuhi.

Baca : Waktu Tepat Perusahaan Mengurus ISO

Bagaimana Cara Untuk Memproleh Feedback Pelanggan?

Ada banyak cara yang diusulkan oleh ISO 9001:2015 untuk dapat memperoleh feedback pelanggan. Metode yang dikutip dari buku ISO 9001:2015 for Small Enterprises – What to do ? adalah sebagai berikut :

  1. opinion surveys
  2. customer communication
  3. customer data on delivered products or services quality
  4. market-share analysis
  5. compliments
  6. complaints
  7. warranty claims
  8. dealer reports
  9. social media, such as web sites and message boards
  10. invoice queries
  11. published information, such as in newspapers or journals.

Kepuasan dari pelanggan dapat dijadikan sebagai suatu indeks yang kuantitatif, kepuasan pelanggan juga dapat menguraikan perbedaan antara harapan dan mutu yang dirasakan. Serta dapat mengukur derajat tingkat kepuasan juga merupakan respons emosional terhadap pengalaman-pengalaman berkaitan dengan produk atau jasa tertentu yang dibeli. Baik di gerai ritel, atau bahkan pola perilaku (seperti perilaku berbelanja dan perilaku pembeli), serta pasar secara keseluruhan.

Klasifikasi Grade Siujk Yang Perlu Diketahui

Klasifikasi Grade Siujk Yang Perlu Diketahui

Mengurus pembuatan surat ijin usaha jasa konstruksi tidak semudah yang dibayangkan. Karena Anda perlu ketahui klasifikasi grade SIUJK yang kini berlaku di Indonesia. Hal tersebut bertujuan agar Anda tidak salah dalam memilih SIUJK yang akan diurus. Anda bisa mencari tahu informasi grade SIUJK yang akan Anda urus untuk informasi lebih jelasnya. Anda yang telah mengunjungi website ini, Anda tidak perlu bingung lagi. Karena Kami memberikan informasi klasifikasi grade SIUJk untuk Anda. Tapi sebelumnya, Anda perlu ketahui terlebih dahulu informasi tentang SIUJK.

Apa Itu SIUJK?

Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) adalah izin usaha yang dikeluarkan Pemerintah Daerah kepada perusahaan untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha jasa konstruksi baik sebagai perencana konstruksi (konsultan), pelaksana konstruksi (kontraktor) atau sebagai pengawas konstruksi (konsultan).

Mengetahui Grade SIUJK

Berikut adalah grade SIUJK yang berlaku di Indonesia :

  1. IUJK untuk Perusahaan Jasa Perencana Konstruksi (Konsultan) terdiri dari Golongan besar (Gred 4), Golongan menengah (Gred 3), Golongan kecil (Gred 2)
  2. IUJK untuk Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi (Kontraktor) terdiri dari Golongan besar (Gred 7 & Gred 6), Golongan menengah (Gred 5), Golongan kecil (Gred 4, Gred 3 &  Gred 2
  3. IUJK untuk Perusahaan Jasa Pengawasan Konstruksi (Konsultan), Golongan besar (Gred 4), Golongan menengah (Gred 3) dan Golongan kecil (Gred 2)

Baca : Cara Pengurusan SIUJK Online

Dasar Hukum Pengurusan SIUJK

Mengurus SIUJK adalah hal yang wajib, terutama untuk perusahana konstruksi yang ada di Indonesia. Hal ini seperti yang tertera di dalam Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah

Nomor : 369 / KPTS / M / 2001 Tentang Jenis Izin Usaha Jasa Konstruksi

Persyaratan Sertifikasi Jasa Konstruksi

Untuk Anda perusahaan konstruksi yang akan mengurus SIUJK, berikut adalah persyaratan yang harus Anda penuhi :

  1. Fotokopi KTP dari setiap direktur yang ada di dalam perusahaan ini
  2. SBU atau Sertifikat badan Usaha asli
  3. Fotokopi akta pendirian notaris
  4. KTA dalam asosiasi yang asli
  5. Fotokopi surat domisili usaha
  6. Fotokopi TDP
  7. Fotokopi NPWP punya perusahaan
  8. Fotokopi SIUP
  9. SKA ahli yang asli

Nah itulah, klasifikasi grade SIUJK yang bisa Anda pahami untuk mengurus surat ijin usaha jasa konstruksi. Jika Anda memerlukan informasi atau konsultasi bisa langsung menghubungi nomor Kami. Kami siap membantu Anda kapanpun Anda memerlukannya.

Peran ISO 9001: 2015 Dalam Membantu Meningkatkan Aktivitas Penjualan

Peran ISO 9001: 2015 Dalam Membantu Meningkatkan Aktivitas Penjualan

Setiap perusahaan yang menerapkan ISO 900:2015, tentu memiliki tujuan. Anda dapat ketahui, dibalik peran ISO 9001: 2015 sebagai standar manajemen mutu, peran ISO in juga ternyata dapat menguntungkan bagi pemilik lingkungan bisnis. Manfaat dari penerapan ISO 9001: 2015 tersebut jauh melampaui sebatas manajemen mutu, namun juga dapat membantu organisasi Anda untuk meningkatkan kinerja. Serta dapat mengurangi biaya rantai pasokan, mempertahankan pelanggan yang sudah ada, dan menarik yang baru.

Bagaimana ISO 9001: 2015 yang relevan dengan tim penjualan Anda?

Jika Anda telah melakukan analisa terkait dengan kinerja tim penjualan Anda tahun terakhir, dan saat ini Anda memiliki pengetahuan standar tentang ISO 9001:2015. Maka hal ini tidak akan terlalu sulit bagi Anda untuk membayangkan bagaimana penerapan proses standar dan sertifikasi sesuai standar yang dapat membantu tim Anda.

Terutama untuk Anda yang menemui beberapa kendala seperti berikut :

  1. Apakah tim Anda kehilangan pelanggan dalam setahun terakhir?
  2. Apakah organisasi Anda memiliki metode standar untuk menang, mempertahankan, dan mendapatkan umpan balik untuk memungkinkan hubungan yang berkembang?
  3. Ketika terjadi kesalahan – yang bisa sangat mahal di dunia penjualan – apakah Anda memiliki metode prosedur untuk memperbaikinya dan menjadi yakin bahwa itu tidak akan terulang?
  4. Apakah Anda hebat pada proses perencanaan perbaikan dan peninjauan hasil?

Kami yakin Anda pasti akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jujur. Karena Anda akan menemukan bahwa hampir selalu ada ruang untuk perbaikan.

Peran Langsung ISO 9001:2015 Pada Perusahaan

Menemui kendala seperti diatas, tentulah Anda akan menemukan ruang untuk perbaikan, nah berikut adalah peran ISO 9001:2015 dalam menemukan ruang perbaikan :

  1. Standarisasi Proses

ISO 9001: 2015 dapat membantu Anda dalam standarisasi proses, yang pada gilirannya ISO ini dapat memberikan kesempatan untuk memeriksa bagaimana Anda bekerja dan mendorong perbaikan. Penggunaan “pendekatan proses” tersebut juga dapat membantu mengintegrasikan proses dan menghilangkan limbah, serta memungkinkan tim penjualan Anda untuk berbagi metodologi umum.

  1. Gunakan Umpan Balik Pelanggan Untuk Meningkatkan Sistem

ISO 9001: 2015 ini dapat membantu Anda untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan Anda. Peran ISO ini meminta umpan balik agar pelanggan tetap dapat membuktikan bahwa ISO sangat membantu untuk mendorong perbaikan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kedua untuk membantu Anda mendorong kebiasaan komunikasi terus-menerus dan hubungan dekat dengan klien.

  1. Mengembangkan Proses Tindakan Korektif Yang Kuat

Ketika terjadi kesalahan pada perusahaan, ISO 9001: 2015 dapat membantu Anda melengkapi diri dengan proses yang benar. Bertujuan untuk menyelidiki akar penyebab, menghilangkan, dan memastikan kesalahan tersebut tidak akan terulang lagi. Dalam hal berurusan dengan penjualan yang hilang, kiriman yang salah, atau pelanggan tidak puas. Adanya tindakan korektif yang efektif tersebut menjadi penting untuk kinerja penjualan dan keseluruhan bisnis.

  1. Mengembangkan Proses Review Dan Pengukuran

Mirip dengan lingkungan penjualan, pengukuran yang akurat dan review merupakan elemen kunci dari standar ISO 9001: 2015. Dengan menggunakan indikator kinerja utama yang ditetapkan oleh pemangku kepentingan yang relevan – dan dengan masukan manajemen puncak. Maka hal tersebut dapat memungkinkan tim penjualan yang akan diukur secara akurat dan memberikan landasan faktual untuk inisiatif perbaikan.

  1. Manajemen Risiko

Ini adalah bagian penting dari standar ISO 9001: 2015, dan proses manajemen risiko yang efektif dapat memberikan landasan terbaik untuk tim penjualan And. Khususnya dalam membuat keputusan berdasarkan risiko yang mempengaruhi pasar pada saat itu.

  1. Mendorong Budaya Perbaikan Terus-Menerus

Perbaikan terus-menerus mendasari seluruh ISO 9001: 2015. Dalam hal ini seperti mengembangkan hubungan dengan pelanggan, meningkatkan proses yang ada, atau mengembangkan yang baru. Dengan adanya perbaikan terus-menerus tersebut tentunya dapat meningkatkan kinerja penjualan.

  1. Meningkatkan Kualifikasi Organisasi Anda Untuk Mengikuti Tender

Sertifikasi ISO 9001: 2015 juga memiliki peran dalam memberikan bonus tambahan yang memungkinkan masuknya organisasi Anda ke pasar dan peluang tender yang mana dulu belum bisa Anda ikuti. Hal ini akan memberikan pasar dan peluang baru untuk tim penjualan Anda.

Nah itulah peran sebenarnya dari ISO 9001:2015. Tentunya ketika perusahaan Anda menerapkan sistem ISO ini, maka akan ada banyak dampak positif yang akan Anda dapatkan. Jika Anda memiliki pertanyaan bisa langsung hubungi Kami.

Daftar Dokumen Wajib Dalam Iso 9001:2015

Daftar Dokumen Wajib Dalam Iso 9001:2015

Dalam mengurus sertifikasi ISO 9001:2015, seringkali perusahaan mempersiapkan banyak dokumen yang digunakan sebagai syarat. Banyaknya dokumen yang dibuat seringkali dokumen tersebut ternyata tidak masuk dalam persyaratan yang ditetapkan dalam ISO 9001:2015. Apabila Anda akan mengurus sertifikasi ISO, tentu hal itu tidak ingin terjadi pada perusahaan Anda bukan. Maka untuk menghindari hal tersebut Anda perlu ketahui dokumen wajib dan tidak wajib yang diperlukan.

Dalam hal ini Kami akan menyebutkan dokumen & rekaman wajib apa saja yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan dalam klausul ISO 9001:2015. Selain persyaratan wajib, Kami juga akan menyebutkan dokumen non wajib yang bisa digunakan untuk menunjang implementasi Sistem Manajemen Mutu, yang mana dokumen tersebut lazim digunakan oleh kebanyakan organisasi/perusahaan dalam implementasi ISO 9001:2015.

Dokumen Wajib Untuk Persyaratan ISO 9001:2015

Diantara dokumen yang bisa Anda urus, berikut adalah dokumen wajib yang bisa Anda urus terlebih dahulu :

  1. Ruang Lingkup SMM (klausul 4.3)
  2. Kebijakan Mutu (klausul 5.2)
  3. Sasaran Mutu (klausul 6.2)
  4. Kriteria untuk evaluasi dan pemilihan pemasok (klausul 8.4.1)

Untuk persyaratan dengan Tanda (*) hanya wajib dalam kasus-kasus ketika klausul yang relevan tidak dikecualikan atau merupakan bagian dari praktik bisnis organisasi/perusahaan.

Rekaman Wajib Yang Dibutuhkan Untuk persyaratan ISO  9001:2015

Selain dokumen wajib, Anda juga harus mempersiapkan rekaman wajib yang diperlukan untuk pengurusan ISO 9001:2015 diantaranya :

  1. Rekaman Pemantauan dan pengukuran peralatan kalibrasi* (klausul 7.1.5.1)
  2. Rekaman pelatihan, keterampilan, pengalaman dan kualifikasi (klausul 7.2)
  3. Rekaman tinjauan persyaratan produk / jasa (klausul 8.2.3.2)
  4. Rekaman tentang hasil tinjauan desain dan pengembangan* (klausul 8.3.2)
  5. Rekaman tentang masukan untuk desain dan pengembangan * (klausul 8.3.3)
  6. Rekaman pengendalian desain dan pengembangan* (klausul 8.3.4)
  7. Rekaman hasil desain dan pengembangan* (klausul 8.3.5)
  8. Rekaman perubahan desain dan pengembangan* (klausul 8.3.6)
  9. Karakteristik produk yang akan diproduksi dan jasa yang akan diberikan (klausul 8.5.1)
  10. Rekaman tentang properti pelanggan (klausul 8.5.3)
  11. Rekaman perubahan ketentuan dalam produksi / jasa (klausul 8.5.6)
  12. Rekaman kesesuaian produk / jasa dengan kriteria penerimaan (klausul 8.6)
  13. Rekam output/hasil yang tidak sesuai (klausul 8.7.2)
  14. Pemantauan dan pengukuran hasil (klausul 9.1.1)
  15. Program audit internal (klausul 9.2)
  16. Hasil audit internal (klausul 9.2)
  17. Hasil dari tinjauan manajemen (klausul 9.3)
  18. Hasil tindakan korektif (klausul 10.1)

Dokumen Non-Wajib Perusahaan

Disamping adanya dokumen wajib dan rekaman wajib, Ada dokumen non-wajib yang dapat digunakan untuk implementasi ISO 9001. Berikut adalah dokumen-dokumen non-wajib menjadi yang paling umum digunakan:

  1. Prosedur untuk menentukan konteks organisasi dan pihak yang berkepentingan (pasal 4.1 dan 4.2)
  2. Prosedur untuk menangani risiko dan peluang (klausul 6.1)
  3. Prosedur untuk kompetensi, pelatihan dan kesadaran terhadap SMM (klausul 7.1.2, 7.2 dan 7.3)
  4. Prosedur untuk pemeliharaan peralatan dan alat ukur (klausul 7.1.5)
  5. Prosedur untuk pengendalian dokumen (klausul 7.5)
  6. Prosedur penjualan (klausul 8.2)
  7. Prosedur untuk desain dan pengembangan (klausul 8.3)
  8. Prosedur untuk produksi dan penyediaan jasa (klausul 8.5)
  9. Prosedur pergudangan (klausul 8.5.4)
  10. Prosedur untuk pengelolaan ketidaksesuaian dan tindakan korektif (klausul 8.7 dan 10.2)
  11. Prosedur untuk pemantauan kepuasan pelanggan (klausul 9.1.2)
  12. Prosedur untuk audit internal (klausul 9.2)
  13. Prosedur untuk tinjauan manajemen (klausul 9.3)

Jika Anda masih bingung dengan berbagai dokumen tersebut, Anda bisa tanyakan langsung kepada Kami. Kami siap membantu Anda untuk keperluan pengurusan sertifikasi IS0 9001:2015. Hubungi Kami untuk konsultasi.

Batasan Waktu Transisi Penerapan ISO 9001:2015

Batasan Waktu Transisi Penerapan ISO 9001:2015

Di tahun 2015 lalu, ISO 9001 kembali mengeluarkan versi terbaru yaitu menggantikan  versi ISO 9001:2008. Tepatnya pada tanggal 23 September 2015. Revisi ini dilakukan karena Standar ISO ditinjau setiap lima tahun sekali dan tim yang berwenang akan melakukan revisi apabila diperlukan. Pada ISO 9001:2008 terdapat revisi yang kemudian diubah menjadi ISO 9001:2015.

Sudahkah perusahaan Anda meng-update sertifikasi ISO 9001 tersebut? Berapa lama batasan waktu transisi penerapan ISO 9001:2015 ini?

Perlu diketahui, untuk Anda yang saat ini sudah menerapkan ISO 9001:2008 dan belum mengupdate menjadi ISO 9001:2015, maka Anda memiliki batasan waktu tertentu. Batasan waktu transisi tersebut adalah selama tiga tahun dari tanggal diterbitkannya ISO 9001:2015 (September 2015). Artinya, pada September 2018, sertifikat ISO 9001:2008 yang perusahaan Anda miliki sudah tidak berlaku lagi.

Perbedaan ISO 9001:2008 dan ISO 9001:2015

Terdapat beberapa perbedaan dari ISO 9001:2008 dan ISO 9001:2015. Perbedaan pada ISO 9001:2008 menjadi 9001:2015 tersebut antara lain :

  1. Klausul ISO 9001:2015

Jumlah klausul ISO 9001:2008 adalah 8 klausul sedangkan ISO 9001:2015 memiliki 10 klausul.

  1. Manajemen risiko

Pada ISO 9001:2015 ini, istilah “preventive action” berubah menjadi “risk management”. Hal ini seperti yang diketahui bahwa target dari sistem manajemen adalah mencapai kesesuaian dan kepuasan pelanggan. Untuk mewujudkan hal tersebut, ISO 9001:2015 fokus pada performa perusahaan dengan pendekatan pemikiran berbasis risiko (risk based thinking) dan konsep PDCA atau Plan-Do-Check-Action.

  1. Leadership (Kepemimpinan)

Pada ISO 9001:2015 tidak mewajibkan keberadaan management representative yang harus ditunjuk secara resmi. Hanya saja setiap orang, khususnya penanggung jawab dari setiap divisi/ departemen perusahaan memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.

  1. Scope

Perubahan yang sangat menonjol dari klausul 1 (scope) ini adalah hilangnya klausul 1.2 tentang aplikasi di ISO 9001:2015. Hal tersebut berarti, semua persyaratan standar atau semua klausul di ISO 9001:2015 ini bersifat umum sehingga bisa diterapkan oleh organisasi/ perusahaan apapun. Serta tidak memandang tipe dan ukuran organisasi/perusahaan atau bidang organisasi/ perusahaan tersebut.

  1. Manual Mutu

Kebijakan mutu dan sasaran mutu pada perusahaan harus tetap harus ada, namun, pada ISO 9001:2015, perusahaan tidak wajib menjalankan manual mutu. Keberadaan manual mutu pada ISO 9001:2015 tersebut tidaklah wajib. Apabila perusahaan sudah membuat manual mutu, bukan berarti dokumen yang ada tersebut harus dihapus, perusahaan masih boleh menggunakannya bila dibutuhkan.

  1. Konteks Organisasi

Klausul 4 ISO 9001:2015 membahas mengenai konteks organisasi. Standar terbaru ini memperkenalkan persyaratan yang berkaitan dengan konteks organisasi, yaitu:

  • 1 Understanding the organization and its context
  • 2 Understanding the needs and expectation of interested parties

Kedua poin tersebut meminta perusahaan untuk memahami konteks dari organisasinya serta untuk mengenali risiko yang dapat berdampak pada perencanaan sistem manajemen mutu. Juga untuk mengenali peluang yang dapat digunakan untuk memperbaiki atau mengembangkan sistem manajemen mutu.

Klausul konteks organisasi juga menjelaskan, meski pada ISO 9001:2015 menyatakan bahwa seluruh klausul pada standar ini dapat diterapkan untuk seluruh jenis organisasi tanpa pengecualian. Selain itu, klausul 4.3 ISO 9001:2015 tetap mengizinkan adanya pengecualian sepanjang ada justifikasi yang diterima.

Baca :

  1. Tidak Ada Istilah 6 Prosedur Wajib Dan Form Wajib

Di dalam ISO 9001:2008 terdapat istilah prosedur wajib dan form wajib. Namun pada ISO 9001:2015 memberi kebebasan kepada perusahaan dalam menentukan informasi terdokumentasi yang dibutuhkan. Anda bisa pilih apakah akan menggunakan SOP/prosedur atau form saja. Tidak lagi dipersyaratkan harus dalam bentuk prosedur, seperti 6 prosedur wajib. Istilah “document” dan “record” pada ISO 9001:2015 diganti menjadi “documented information”.

  1. Istilah Produk Dan Jasa Dibedakan

Dalam standar terbaru, tidak ada lagi istilah “product”. Karena pada ISO 9001:2015 menggantinya dengan istilah “barang (goods)” dan “jasa (services)” hal tersebut dilakukan untuk menghindari kerancuan. Sebab, kebanyakan pengguna ISO 9001 sering kali salah mengartikan “produk” sebagai barang yang berbentuk fisik saja, padahal produk juga termasuk jasa.

  1. Penggantian Beberapa Istilah

Terdapat beberapa istilah yang diganti pada ISO 9001:2015, di antaranya:

  1. Work Environment” diganti dengan “Environment for the Operation of the Process”
  2. Supplier” diganti dengan “External Provider”
  3. Purchased Product” diganti dengan “Externally Provided Products and Services”

Perubahan istilah tersebut berlaku tidak hanya untuk barang, akan tetapi juga jasa. Bila perusahaan Anda sudah menerapkan istilah lama pada ISO 9001:2008, Anda tak perlu khawatir karena istilah tersebut tetap bisa digunakan sesuai kebutuhan.

10. Operation- Persyaratan Terkait Pengadaan Barang Dibahas Lebih Jelas

Semua hal yang berkaitan dengan operasional organisasi/ perusahaan telah dibahas pada klausul 8 ISO 9001:2015. Seluruh aspek operasional tersebut mulai dari perencanaan barang atau jasa, produksi atau penyediaan jasa, hubungan dengan pelanggan dan pihak ketiga penyimpanan dan perlindungan produk atau jasa. Hingga penanganan masalah selama proses operasional dibahas lebih jelas dibanding ISO 9001:2008.

Nah jika Anda memiliki kendala dalam mengupgrade ISO 9001:2008 menjadi ISO 9001:2015 Anda bisa mengkonsultasikannya kepada Kami. Hubungi Kami sekarang juga !

Klausul ISO 9001:2015 Yang Perlu Anda Ketahui

Klausul ISO 9001:2015 Yang Perlu Anda Ketahui

Memiliki sertifikasi ISO 9001:2015 pada perusahaan, Anda juga perlu memahami Klausul yang ada pada ISO ini. ISO 9001:2015 ini adalah versi Terakhir dari Sistem Manajemen Mutu. Pada klausul baru pada ISO 9001:2015 ini terdiri dari 10 Klausul, hampir sebagian Besar Klausul Mengambil dari ISO 9001 versi 2008 atau versi sebelumnya.

Apa Saja Ke 10 Klausul Iso 9001:2015 Tersebut ?

Berikut adalah 10 klausul ISO 9001:2015 yang sudah berlaku  :

  1. Klausul 1. SKOPE

Skope atau Lingkup Sertifikasi harus tertulis jelas apa jenis usaha , Produk atau jasanya termasuk juga dimana saja ISO 9001:2015 ini akan di terapkan, Statement dari Scope ini dapat dimasukan dalam Manual Mutu ISO 9001:2015

  1. Klausul 2. Acuan Normative

adalah dokumen yang dijadikan acuan dalam menerapkan SMM ISO 9001:2015, dalam hal ini adalah ISO 9000:2015 Kosa Kata ISO 9001:2015

  1. Klausul 3. Istilah Dan Definisi

Terms dan defininition menjelaskan definisi beberapa istilah yang sering digunakan dalam ISO 9001:2015

  1. Klausal 4. Konteks Organisasi

  • Memahami Organisasi & Konteksnya
  • Memahami produk dan jasa organisasi, dan ruang lingkup sistem manajemen
  • Memahami masalah internal dan eksternal yang menjadi perhatian Organisasi dan pihak berkepentingan;
  • Memahami kebutuhan & harapan pihak berkepentinga
  • Organisasi harus Mengidentifikasi “pihak yang berkepentingan” (stakeholders) yang menerima Layanan Organisasi , atau yang mungkin terkena dampak oleh mereka, atau pihak-pihak yang dinyatakan mungkin memiliki kepentingan yang signifikan di perusahaan
  • Menentukan lingkup QMS
  • Skope atau Lingkup Sertifikasi harus tertulis jelas apa jenis usaha , Produk atau jasanya termasuk juga dimana saja ISO 9001:2015 ini akan di terapkan, Statement dari Scope ini dapat dimasukan dalam Manual Mutu ISO 9001:2015
  1. Klausul 5. Kepemimpinan

  • Top Manjemen harus memberikan bukti kepemimpinan dan komitmen untuk pengembangan dan pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu dan terus-menerus meningkatkan efektivitas dengan cara :
  • Mengambil akuntabilitas efektivitas sistem manajemen;
  • Memastikan bahwa Kebijakan Mutu dan sasaran mutu yang ditetapkan untuk sistem manajemen Mutu kompatibel dengan arah strategis dan konteks organisasi;
  • Memastikan bahwa kebijakan mutu dikomunikasikan, dipahami dan diterapkan dalam organisasi;
  • memastikan integrasi persyaratan sistem manajemen di dalam proses bisnis organisasinya yang dianggap sesuai
  • Mempromosikan kesadaran pendekatan proses
  • Memastikan bahwa sumber daya yang dibutuhkan untuk sistem manajemen tersedia
  • Mengkomunikasikan pentingnya manajemen mutu yang efektif dan sesuai dengan persyaratan Sistem Manajemen Mutu;
  • Memastikan bahwa Sistem Manajemen Mutu mencapai hasil yang dimaksudkan
  • Terlibat, mengarahkan dan mendukung semua orang untuk berkontribusi terhadap pengembangan sistem manajemen yang effektif;
  • mempromosikan perbaikan berkelanjutan
  • Mendukung peran manajemen yang relevan lainnya untuk menunjukkan kepemimpinan mereka yang berlaku untuk area yang menjadi tanggung jawabnya.
  1. Klausul 6. Perencanaan

  • Tindakan untuk mengatasi risiko dan peluang
  • Organisasi harus mengambil Peluang yang ada dan serta membuat identifikasi dan Mitigasi terhadap resiko yang akan di hadapi oleh organisasi di masa yang akan datang.
  • Sasaran mutu dan perencanaan untuk mencapainya
  • Organisasi harus menetapkan sasaran mutu pada tingkat dan fungsi yang relevan pada tingkat dan proses yang dibutuhkan oleh organisasi.
  • Sasaran mutu yang dibuat harus :
  • Konsisten dengan manajemen mutu
  • Terukur
  • Memperhitungkan persyaratan yang berlaku
  • Relevan terhadap kesesuaian produk dan jasa untuk meningkatkan kepuasan pelanggan
  • Dipantau
  • Dikomunikasikan
  • Dimutakhirkan seperlunya
  • Perubahan Perencanaan
  • Ketika Organisasi menentukan kebutuhan perubahan sistem manajemen atau proses, perubahan ini direncanakan, dilaksanakan, dan kemudian diverifikasi untuk efektivitas perubahan akan membahas pada Rapat Tinjauan Manajemen.
  • Dalam perubahan ini organisasi harus mempertimbangkan :
  • Tujuan Perubahan dan konsekuensinya
  • Ketentuan dari SMM
  • Ketersediaan Sumber Daya
  • Alokasi atau realokasi tanggung jawab dan wewenan
  1. Klausul 7. Dukungan

  • Klausul mengenai informasi terdokumentasi , infrastuktur, SDM, semua terangkum dalam klausul ini.
  • hampir semua yang ada di klausul ini berasal dari Klausul ISO 9001:2008
  • Pengendalian Informasi Terdokumentasi sama seperti versi iso 9001 2008 yang merupakan gabungan dari Pengendalian dokumen dan Pengendalian Record.
  • Pengelolaan SDM baik recruitment maupun Pelatihan masuk dalam klausul 7 ini.
  • selain itu pengelolaan infrastruktur dan lingkungan kerja juga masuk di klausal ini
  1. Klausul 8. Operation

  • Klausal ini membahas mengenai Operational
  • Dimulai dari perencanaan realisasi produk sampai dengan delivery dan bahkan after sales.
  • Tambahan juga di klausul ini adalah mengenai External Provided atau penyedia eksternal termasuk di dalamnya supplier
  • Identifikasi dan mampu telusur, Customer Property, Design dan Pengembangan juga masuk ke dalam klausul operasional ini.
  • Pengendalian Output yang tidak sesuai juga masuk ke dalam klausul 8
  1. Klausul 9. Performance Evaluation

  • Kepuasan Pelanggan

Sebagai salah satu pengukuran kinerja sistem manajemen, Organisasi memonitor informasi yang berkaitan dengan persepsi pelanggan apakah organisasi telah memenuhi persyaratan pelanggan. Metode untuk ini adalah Prosedur survey kepuasan pelanggan.

  • Analisis dan evaluasi

Analisis data dan Evaluasi terkait dengan:

  • kesesuaian produk dan jasa;
  • tingkat kepuasan pelanggan;
  • kinerja dan efektivitas sistem manajemen;
  • efektivitas perencanaan;
  • efektivitas tindakan yang diambil untuk mengatasi risiko dan peluang;
  • kinerja penyedia eksternal;
  • perbaikan lain untuk sistem manajemen.

 

  • Audit internal

Organisasi harus melakukan audit internal pada selang waktu terencana untuk menentukan apakah sistem manajemen sesuai dengan persyaratan kontrak dan peraturan, dengan persyaratan ISO 9001, dan persyaratan sistem manajemen. Audit juga berusaha untuk memastikan bahwa sistem manajemen telah diterapkan secara efektif dan dipelihara.

  • Tinjauan Manajemen

Tinjauan Manajemen dilaksanakan, pada selang waktu terencana, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan efektivitas. Tinjauan mencakup penilaian peluang perbaikan, dan kebutuhan untuk perubahan pada sistem manajemen,

  1. Klausul 10. Peningkatan

  • Ketidaksesuaian dan tindakan korektif

Organisasi harus mengambil tindakan korektif untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian untuk mencegah terulangnya. Demikian juga, perusahaan mengambil tindakan preventif untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian potensial untuk mencegah terjadinya mereka.

  • Perbaikan terus menerus

Organisasi menggunakan sistem manajemen untuk meningkatkan proses, produk dan jasa. Peningkatan tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan serta pihak lain yang berkepentingan, sejauh mungkin.

Itulah 10 klausul yang terdapat dalam ISO 9001:2015. Jika Anda menemi kendala terkait ISO 9001:2015 ini, Anda bisa tanyakan langsung kepada Kami Sertifikasi. Hubungi Kami sekarang juga !

Memaknai Sistem Pencegahan dalam ISO 9001:2015

Memaknai Sistem Pencegahan dalam ISO 9001:2015

Dijaman seperti sekarang ini, melakukan tindakan perubahan adalah suatu tindakan yang sudah terlambat. Hadirnya ISO 9001:2015 mengajak perusahaan di seluruh Indonesia untuk LEBIH FOKUS terhadap tindakan pencegahan daripada perbaikan. Karena dengan adanya sistem pencegahan maka perusahaan diharapkan untuk tidak melakukan tindakan setelah ada masalah. Fungsi dari sistem ini adalah untu meminimalisir terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan.

Bagaimana Menerapkan Sistem Pencegahan?

Menerapkan sistem pencegahan dapat dilakukan pada saat perencanaan. Artinya ketika melakukan perencanaan, maka sebuah perusahaan harus melakukan identifikasi “POTENSI MASALAH” yang akan terjadi saat eksekusi dan resiko peluang yang terjadi di kemudian hari. Setelah dilakukan perencanaan, kemudian perusahaan melakukan tindakan mitigasi yang diintegrasikan ke dalam sistem manajemen mutu.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan mengidentifikasi adanya perubahan eksternal dalam hal pemerintah yang sekarang ini mulai tegas dalam menerapkan peraturan. Mengacu pada adanya perubahan tersebut, maka Perusahaan diwajibkan untuk mulai berbenah dan disiplin dalam mengikuti peraturan pemerintah yaitu untuk menghindari resiko dikenakan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan.

Langkah-Langkah Pencegahan dalam ISO

Untuk lebih dapat dipahami oleh Anda, berikut adalah ulasan penting mengenai pencegahan di dalam ISO 9001 :

  1. Selum perusahaan menyusun sistem, maka perusahaan tersebut perlu untuk melakukan identifikasi. Adapun identifikasi yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut :
  • Isu internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi operasional dan strategi perusahaan kedepan (pasal 4.1)
  • Harapan dan tuntutan dari pihak yang terkait dengan perusahaan (pasal 4.2)

Hasil identifikasi tersebut yang kemudian akan dijadikan sebagai masukan untuk pengembangan Sistem Manajemen Mutu. Misalnya isu LARTAS (Larangan Terbatas) impor beberapa material baja yang mulai diberlakukan oleh pemerintah tahun 2017. Perubahan-perubahan ini dapat menjadi resiko negatif bagi perusahaan yang sebelumnya merasakan kemudahan dalam melakukan import namun juga memberikan efek positif bagi perusahaan yang merupakan industri lokal.

Aplikasi pasal ini perlu diadopsi ke dalam prosedur prosedur business plan.

  1. Dalam melakukan perencanaan, sebuah perusahaan juga perlu melakukan identifikasi risiko dan peluang serta melakukan suatu tindakan untuk mengatasi risiko dan peluang (pasal 6.1). Tindakan harus diintegrasikan ke dalam Sistem Manajemen Mutu (SMM) perusahaan.

Sebagai contoh : Resiko berbisnis dengan pelanggan yang kemudian terjadi ketidakmampuan untuk melakukan pembayaran, dapat diintegrasikan ke dalam prosedur penjualan. Prosedur penjualan tersebut akan mengatur evaluasi kondite pelanggan. Jika pelanggan ketika melakukan pembelian diragukan, maka perusahaan dapat menerapkan sistem pembayaran dimuka.

  1. ISO 9001:2015 juga menyadari bahwa perubahan pada perusahaan tersebut memiliki risiko positif maupun negative. Oleh karenanya ISO 9001:2015 menambahkan perlunya perusahaan untuk memiliki program untuk mengatur perubahan yang terjadi di perusahaan (pasal 6.3).

Sebagai contoh perubahan struktur organisasi. Perusahaan perlu memiliki program kerja untuk mengelola perubahan struktur organisasi sehingga dapat berjalan dengan sukses.

Nah dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa ISO 9001 memang sangat menaru perhatian khusus pada program pencegahan. Fail to Plan, Plan To Fail (gagal dalam merencanakan artinya kita sudah merencanakan untuk gagal), menjadi suatu dasar pola pikir mengenai pentingnya suatu perencanaan.

Sentral Sistem juga menekankan pentingnya perencanaan dengan mengubah konsep PDCA menjadi PCADCA, Plan-Check-Action-Do-Check-Action. Yaitu untuk menekankan pentingnya pencegahan dengan melakukan evaluasi terhadap perencanaan untuk menjadi suatu perencanaan yang terbaik.

Jika Anda memiliki kendala dalam menerapkan sistem ISO 9001 maka Anda bisa mengkonsultasikannya kepada Kami. Kami juga siap membantu anda untuk pengurusan sertifikasi iso 9001:2015 ini.

Cara Melakukan Pemantauan dan Pengukuran Sumber Daya dalam ISO 9001:2015

Cara Melakukan Pemantauan dan Pengukuran Sumber Daya dalam ISO 9001:2015

Pada training ISO 9001:2015 yang telah diselenggarakan oleh lembaga ISO, banyak sekali perusahan yang menanyakan bagaimana melakukan pemantauan dan pengukuran SDM. Khususnya dalam ISO 9001:2015 klausul 7.1.5. Jika Anda juga menanyakan hal tersebut, maka Anda datang di tempat yang tepat karena Kami akan berbagi sedikit informasi mengenai cara melakukan pemantaan dan pengukuran sumber daya manusia.

Anda perlu ketahui bahwa dalam klausul 7.1.5, ISO 9001:2015 memberikan persyaratan bahwa sumber daya yang diperlukan untuk pemantauan dan pengukuran harus berseedia dan sesuai jenis yang dilakukan. Sumber daya yang dimaksud didalam klausul tersebut meliputi manusia, infrastruktur dan lingkungan. Apabila sumber daya tersebut akan dilakukan pemantauan dan pengukurannya, maka harus dipastikan validasinya.

Pengukuran produk tersebut dapat berupa variable atau attribute. Pengukuran produk di manufaktur sama dengan inspeksi produk menggunakan alat ukur (variable) atau inspeksi dengan visual (attribute). Untuk lebih jelasnya sebagai gambaran untuk Anda berikut adalah sumber daya harus valid saat digunakan untuk pengukuran dan pemantauan yaitu :

  1. Infrastruktur : alat ukur dikalibrasi
  2. Manusia : inspektor harus kompeten
  3. Lingkungan : pencahayaan yang memadai, kelembapan udara yang tepar, dsb.

Untuk memastikan validitas sumber daya yang digunakan, maka Anda perlu memahami apa penyebab-penyebab yang membuat pengukuran kurang akurat (penyebab variasi pengukuran).

Metode Untuk Mengukur Validasi

Untuk mengukur validasi tersebut, maka bisa menggunakan beberapa metode. Metode yang dapat dipela adalah SWIPE (Standard, Workpiece, Instrument, Personal, Environment).

  1. Standard: metode yang digunakan
  2. Workpiece: Produk yang diukur, sifat produk yang diukur menimbulkan kesulitan yang berbeda. Ada produk yang mudah pecah, bentuknya tidak rata, permukaan yang elastic, dll
  3. Instrument: Kemampuan alat ukur, alat ukur dikalibrasi
  4. Person: Kemampuan inspector
  5. Environment: Keadaan lingkungan yang berpengaruh

Validasi sumber daya yang digunakan tersebut dapat dilakukan dengan konsep MSA (Measurement Systems Analysis). Pengukuran produk yang valid itu apabila Anda mendapatkan hasil pengukuran yang selalu benar. Dapat dipastikan bahwa hasil pengukuran oleh inspector, oleh siapapun dan kapanpun maka selalu benar. Namun Anda perlu memahami beberapa langkah berikut ini sebelum menggunakan konsep MSA  agar Anda tidak salah dalam menggunakannya :

  1. Buat metode pengukuran berupa Instruksi Kerja Pengukuran
  2. Atur pencahayaan yang memadai
  3. Kendalikan kelembapan area pengukuran sesuai dengan karakteristik produk dan alat ukur
  4. Gunakan alat ukur yang sudah terkalibrasi dan layak digunakan. Pilih alat ukur yang mempunyai tingkat ketelitian 10% dari spesifikasi produk.
  5. Tetapkan standar kompetensi personal inspector

Cara Menguji Valid Dan Tidaknya Sumber Daya

Setelah melakukan langkah MSA daiatas, selanjutnya adalah Anda melakukan pengujian untuk mengukur apakah sumber daya yang digunakan sudah valid atau belum dengan cara di bawah ini:

1.Pengujian Visual

Melakukan pengujian dengan cara mengalirkan barang NG (Not Good) dan yang good secara acak. Adapun untuk barang NG atau not good yang digunakan adalah barang yang nyaris OK dengan jumlah sampel sebanyak 25 buah. Jika inspector dapat menangkap semua secara benar 90% – 100% sumber daya akan dianggap valid. Pelaksanaannya dapat  dilakukan di area inspeksi yang sebenarnya sehingga faktor lingkungan terwakili.

2. Pengujian Dengan Alat Ukur

Pengujian selanjutnya adalah dengan pengujian per jenis alat ukur yaitu dengan cara mengukur master product yakni produk yang sudah diketahui ukuran benarnya. Pengukuran tersebut dilakukan sebanyak 15 kali yang kemudian dievaluasi bias pengukurannya. Saat melakukan pengukuran sebaiknya angka pengukuran ditutup untuk menghindari kesalahan inspector mencari nilai yang sebelumnya atau nilai standar produk. Jika tidak, maka inspector akan mencari nilai yang selalu sama dengan nilai sebelumnya. Tetapi jika ditutup Anda akan mendapatkan nilai yang sesungguhnya.

Demikian penjelasan mengenai bagaimana melakukan pemantauan dan pengukuran sumber daya dalam ISO 9001:2015 klausul 7.1.5. Apabila Anda menemui pertanyaan lain, segera konsultasikan kepada Kami.