Cara Melakukan Pemantauan dan Pengukuran Sumber Daya dalam ISO 9001:2015

Cara Melakukan Pemantauan dan Pengukuran Sumber Daya dalam ISO 9001:2015

Pada training ISO 9001:2015 yang telah diselenggarakan oleh lembaga ISO, banyak sekali perusahan yang menanyakan bagaimana melakukan pemantauan dan pengukuran SDM. Khususnya dalam ISO 9001:2015 klausul 7.1.5. Jika Anda juga menanyakan hal tersebut, maka Anda datang di tempat yang tepat karena Kami akan berbagi sedikit informasi mengenai cara melakukan pemantaan dan pengukuran sumber daya manusia.

Anda perlu ketahui bahwa dalam klausul 7.1.5, ISO 9001:2015 memberikan persyaratan bahwa sumber daya yang diperlukan untuk pemantauan dan pengukuran harus berseedia dan sesuai jenis yang dilakukan. Sumber daya yang dimaksud didalam klausul tersebut meliputi manusia, infrastruktur dan lingkungan. Apabila sumber daya tersebut akan dilakukan pemantauan dan pengukurannya, maka harus dipastikan validasinya.

Pengukuran produk tersebut dapat berupa variable atau attribute. Pengukuran produk di manufaktur sama dengan inspeksi produk menggunakan alat ukur (variable) atau inspeksi dengan visual (attribute). Untuk lebih jelasnya sebagai gambaran untuk Anda berikut adalah sumber daya harus valid saat digunakan untuk pengukuran dan pemantauan yaitu :

  1. Infrastruktur : alat ukur dikalibrasi
  2. Manusia : inspektor harus kompeten
  3. Lingkungan : pencahayaan yang memadai, kelembapan udara yang tepar, dsb.

Untuk memastikan validitas sumber daya yang digunakan, maka Anda perlu memahami apa penyebab-penyebab yang membuat pengukuran kurang akurat (penyebab variasi pengukuran).

Metode Untuk Mengukur Validasi

Untuk mengukur validasi tersebut, maka bisa menggunakan beberapa metode. Metode yang dapat dipela adalah SWIPE (Standard, Workpiece, Instrument, Personal, Environment).

  1. Standard: metode yang digunakan
  2. Workpiece: Produk yang diukur, sifat produk yang diukur menimbulkan kesulitan yang berbeda. Ada produk yang mudah pecah, bentuknya tidak rata, permukaan yang elastic, dll
  3. Instrument: Kemampuan alat ukur, alat ukur dikalibrasi
  4. Person: Kemampuan inspector
  5. Environment: Keadaan lingkungan yang berpengaruh

Validasi sumber daya yang digunakan tersebut dapat dilakukan dengan konsep MSA (Measurement Systems Analysis). Pengukuran produk yang valid itu apabila Anda mendapatkan hasil pengukuran yang selalu benar. Dapat dipastikan bahwa hasil pengukuran oleh inspector, oleh siapapun dan kapanpun maka selalu benar. Namun Anda perlu memahami beberapa langkah berikut ini sebelum menggunakan konsep MSA  agar Anda tidak salah dalam menggunakannya :

  1. Buat metode pengukuran berupa Instruksi Kerja Pengukuran
  2. Atur pencahayaan yang memadai
  3. Kendalikan kelembapan area pengukuran sesuai dengan karakteristik produk dan alat ukur
  4. Gunakan alat ukur yang sudah terkalibrasi dan layak digunakan. Pilih alat ukur yang mempunyai tingkat ketelitian 10% dari spesifikasi produk.
  5. Tetapkan standar kompetensi personal inspector

Cara Menguji Valid Dan Tidaknya Sumber Daya

Setelah melakukan langkah MSA daiatas, selanjutnya adalah Anda melakukan pengujian untuk mengukur apakah sumber daya yang digunakan sudah valid atau belum dengan cara di bawah ini:

1.Pengujian Visual

Melakukan pengujian dengan cara mengalirkan barang NG (Not Good) dan yang good secara acak. Adapun untuk barang NG atau not good yang digunakan adalah barang yang nyaris OK dengan jumlah sampel sebanyak 25 buah. Jika inspector dapat menangkap semua secara benar 90% – 100% sumber daya akan dianggap valid. Pelaksanaannya dapat  dilakukan di area inspeksi yang sebenarnya sehingga faktor lingkungan terwakili.

2. Pengujian Dengan Alat Ukur

Pengujian selanjutnya adalah dengan pengujian per jenis alat ukur yaitu dengan cara mengukur master product yakni produk yang sudah diketahui ukuran benarnya. Pengukuran tersebut dilakukan sebanyak 15 kali yang kemudian dievaluasi bias pengukurannya. Saat melakukan pengukuran sebaiknya angka pengukuran ditutup untuk menghindari kesalahan inspector mencari nilai yang sebelumnya atau nilai standar produk. Jika tidak, maka inspector akan mencari nilai yang selalu sama dengan nilai sebelumnya. Tetapi jika ditutup Anda akan mendapatkan nilai yang sesungguhnya.

Demikian penjelasan mengenai bagaimana melakukan pemantauan dan pengukuran sumber daya dalam ISO 9001:2015 klausul 7.1.5. Apabila Anda menemui pertanyaan lain, segera konsultasikan kepada Kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *