Wajib Tahu, Perkiraan Biaya Pembuatan SIUJK 2020

Wajib Tahu, Perkiraan Biaya Pembuatan SIUJK 2020

Tahukah Anda berapa biaya yang diperlukan untuk pengurusan SIUJK sampai SIUJK tersebut siap digunakan? Mungkin Anda mengira bahwa untuk membuat surat ijin usaha jasa konstruksi, Anda perlu mengeluarkan budget yang mahal. Tapi ternyata, bila Anda mengetahui prosedur pengurusannya dengan benar, dan mengetahui bagaiman menghemat biaya, pastinya Anda akan memperoleh biaya yang murah.

Namun sebelum Anda mengetahui biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan SIUJK, Anda perlu ketahui terlebih dahulu mengenai SIUJK ini. Ya, SIUJK merupakan komponen perizinan yang wajib untuk dipenuhi oleh badan usaha yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Beberapa bidang konstruks yang wajib memiliki SIUJK diantaranya arsitektur, tata lingkungan, sipil, maupun telekomunikasi.

Pada pengurusan pembuatan SIUJK, Anda perlu tahu bahwa SIUJK ini dikeluarkan Pemerintah Daerah tempat domisili badan usaha. Kepemilikan SIUJK dapat membantu perusahaan membangun kredibilitas serta mengikuti tender. Ngga Cuma itu, kepemilikan SIUJK juga dapat berperan sebagai lisensi bagi perusahaan jasa konstruksi dalam untuk melakskana operasionalnya. Baik  digunakan sebagai pelaksana konstruksi (kontraktor) maupun perencana konstruksi (konsultan).

Baca juga : Prosedur Pengurusan SIUJK via Online

Mengetahui Kategori IUJK

Anda yang sudah tidak sabar mengetahui biaya SIUJK, tenang dulu.. mari kita bahas tentang kategori IUJK terlebih dahulu. Kategori IUJK atau ijin usaha jasa konstruksi sendiri dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. SIUJK-IUJK untuk Perusahaan Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi (Konsultan).

Kategori ini dibagi lagi ke dalam beberapa kelompok skala perusahaan yakni: SIUJK Golongan Besar (Grade 4), SIUJK Golongan Menengah (Grade 3) dan SIUJK Golongan Kecil (Grade 2).

  1. IUJK untuk Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi (Kontraktor).

Seperti halnya  SIUJK untuk konsultan, IUJK kontraktor juga dibagi ke dalam beberapa kelas: IUJK Golongan Besar (Grade 6 & 7), IUJK Golongan Menengah (Grade 5), dan IUJK Golongan Kecil (Grade 4, Grade 3, dan Grade 2).

Bila perusahaan dikategorikan sebagai grade 3, maka Anda perlu mempersiapkan modal dasar setidaknya Rp1 Milyar.

Lalu Berapa Biaya Yang Diperlukan Untuk Pengurusan Siujk?

Adapun biaya pengurusan SIUJK dapat diperkirakan sebagai berikut:

  • 1 bidang dikenakan biaya mulai dari Rp19.000.000;
  • 2 bidang dikenakan biaya mulai dari Rp22.000.000;
  • 3 bidang dikenakan biaya mulai dari Rp25.000.000.

Bagaimana Agar Pengurusan SIUJK agar lebih Cepat ?

Agar pengurusan pembuatan SIUJK lebih cepat, maka Anda perlu menyerahkan langsung kepada biro jasa yang siap menangani pengurusan SIUJK hingga selesai. Anda bisa berkonsultasi dan berkoordinasi langsung dengan tim Kami untuk tanyakan harga dan bagaimana pengurusan agar lebih cepat. Informasi lebih lanjut hubungi Kami sekarang juga !

Agar Tidak Salah Pahami Bidang Dan Sub Bidang SBU Yuk

Agar Tidak Salah Pahami Bidang Dan Sub Bidang SBU Yuk

Mengurus SBU tidak hanya dibutuhkan dokumen yang lengkap dan memahami prosedur apa yang dibutuhkan. Namun bagi pelaku bidang usaha yang bergerak di bidang Jasa Pelaksana Konstruksi atau biasa disebut kontraktor juga perlu memahami sub bidang dari SBU. Ini berkaitan erat dengan kebutuhan perusahaan konstruksi yang harus memiliki SBU, mereka penting untuk memiliki SBU namun pastinya harus pahami tentang sub bidang apa yang sesuai dengan usaha mereka..

Memahami kebutuhan apa yang dibutuhkan untuk SBU termasuk sub bidang juga penting dilakukan sebelum mengikuti tender. Untuk itu, bagi Anda yang bergerak di bidang konstruksi, wajib memahami secara detail tentang SBU tersebut.

Pengurusan SBU Lebih Mudah Dengan Biro Jasa

Bila dahulu Anda perlu mengurusnya sendiri untuk pembuatan SBU, kini Anda tak perlu khawatir lagi sebab ada biro jasa SBU yang siap membantu untuk pengurusan SBU. Kami Sertifikasi adalah pengurusan SBU yang siap membantu Anda. Kami akan membantu Anda memberikan konsultasi dan arahan mengenai proses persyaratan Izin Usaha Jasa Konstruksi. Mulai dari pemenuhan tenaga ahli bersertifikat, masuk keanggotaan asosiasi dan verifikasi persyaratan legal perusahaan dan administrasi hingga terbit SBU & IUJK.

Mengetahui Bidang Dan Sub Bidang SBU

Dalam membantu Anda mengurus pembuatan SBU, Kami juga akan membantu memberikan  arahan apa saja yang akan di ambil di SBU. Termasuk bidang dan sub bidang SBU. Nah Klasifikasi dan subklasifikasi apa saja yang sekarang berlaku? Sesuai dengan perlem LPJK no. 3 tahun 2017 tentang jasa pelaksana konstruksi adalah sebagai berikut:

Bagi Anda yang akan menggunakan jasa Kami, Anda tak perlu khawatir karena Kami sertifikasi.co telah berpengalaman menyelesaikan banyak permintaan pembuatan SBU. Mayoritas dari mereka puas terhadap layanana Kami. Sehingga Anda tak perlu ragu untuk mengkonsultasikannya kepada Kami.

Kini Anda dapat langsung menghubungi Kami untuk berkonsultasi terkait layanan pembuatan SBU perusahaan Anda. Nantinya tim Kami akan membantu Anda untuk mengurus dokumen apa saj ayang diperukan hingga SBU ini selesai dibuat.  Hika diperlukan tim Kami juga siap datang langsung ke kantor Anda. Dengan begitu, Anda tidak perlu bersusah payah untuk datang ke perusahaan Kami.

Prosedur Dan Biaya Sertifikasi SNI Yang Perlu Anda Tahu

Prosedur Dan Biaya Sertifikasi SNI Yang Perlu Anda Tahu

Bagi yang bergerak di usaha dan bisnis, tentu Standar Nasional Indonesia atau SNI bukanlah hal yang baru. Di Indonesia sendiri, semua produk yang diperjualbelikan wajib untuk memiliki SNI, meskipun pada kenyataannya tidak semua produk tersebut tersertifikasi.

Kewajiban untuk semua produk tersertifikasi oleh SNI tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Perindustrian No. 15 Tahun 2018 mengenai Pemberlakuan SNI Wajib Produk Audio Video dan Elektronika Sejenis. Adanya sosiasi tersebut dilakukan di Lembaga Sertifikasi Produk (LS Pro, Qualis Indonesia di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Nah bagi Anda yang juga ingin mendaftarkan produk Anda untuk tersertifikasi secara resmi, Anda perlu melakukan alur sertifikasi produk penggunaan tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT-SNI) yang dikeluarkan Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Apa Saja Prosedur Sertifikasi SNI?

Adapun untuk sertifikasi SNI yang perlu dilakukan yaitu :

  1. Pertama, Anda perlu lakukan pengecekan SNI
  2. Kedua, lakukan cek lembaga sertifikasi produk dan laboratorium yang ruang lingkupnya sesuai dengan produk yang akan disertifikasi.
  3. Ketiga, Anda perlu memenuhi persyaratan legal seperti fotokopi akta perusahaan, SIUP, TDP, surat pendaftaran merek dari Dirjen HKI.
  4. Keempat, pihak LS Pro akan melakukan peninjauan dan audit kelengkapan dan kebenaran dokumen serta audit kecukupan perusahaan.
  5. Kelima, penilaian proses produksi termasuk pengambilan dan pengujian sampel produk oleh laboratorium
  6. Keenam, Evaluasi dari hasil audit kesesuaian perusahaan, apabila terjadi kekurangan pelaku perusahaan harus melakukan perbaikan
  7. Dan terakhir, pemberian sertifikat dan tanda SNI.

Berapa Lama Proses Sertifikat Tanda SNI Tersebut Berlangsung?

Untuk proses sertifikasi SNI, yang paling cepat berlangsung selama 2 bulan. Bisa jadi akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Bila proses sertifikasi tersebut dinyatakan tidak lulus, maka LS Pro seperti Qualis Indonesia akan memberikan masukan atas gagalnya proses sertifikasi. Jika kesalahan yang terjadi minor, pelaku industri akan diberikan masukan apa yang harus dilakukan dan tidak ada proses audit ulang.

Namun bila kesalahan yang terjadi major, maka proses audit harus dilakukan ulang. Misalnya saja kesalahan yang terjadi pada sistem internal quality control. Maka perlu dilakukan audit kembali.

Berapa Biaya Yang Diperlukan Untuk Sertifikasi SNI?

Untuk biaya sertifikasi SNI sendiri disesuaikan dengan berbagai hal, misalnya lokasi pabrik apakah berada di dalam negeri atau di luar negeri. Atau model yang dalam satu kategori. Namun secara umum, biaya yang ditawarkan berkisar Rp 80-100 juta.

Lalu apakah semua produk tersebut wajib untuk melakukan sertifikat SNI?

Anda perlu tahu bahwa SNI tidak diwajibkan pada semua barang namun bersifat sukarela untuk ditetapkan oleh pelaku usaha. Akan tetapi, dalam hal SNI berkaitan dengan kepentingan keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakat atau pelestarian fungsi lingkungan hidup dan/atau pertimbangan ekonomis, instansi teknis dapat memberlakukan secara wajib sebagian atau seluruh spesifikasi teknis dan atau parameter dalam SNI.

Jika atas suatu barang atau jasa telah diberlakukan SNI wajib, maka pelaku usaha yang barang atau jasanya tidak memenuhi dan/atau tidak sesuai dengan SNI wajib, tidak boleh memproduksi dan/atau mengedarkan barang atau jasa tersebut. Adapun beberapa jenis barang yang wajib SNI diantaranya air minum dalam kemasan, baja lembaran, ban, baterai primer, Garam Beriodimn, Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua, kabel, kaca lembaran, kaca pengaman untuk kendaraan bermotor, Kloset Duduk, korek api gas, plastik dan lain-lain.

Bila Anda memproduksi diantara barang tersebut, maka sebaiknya Anda bisa langsung urus sertifikasi SNI yang berlaku. Bila tidak bisa melakukannya sendiri, Kami jasa sertifikasi SNI siap bantu Anda.

Apa Itu ISO 9001? Dan Bagaimana Pendaftarannya?

Apa Itu ISO 9001? Dan Bagaimana Pendaftarannya?

Perusahaan di Indonesia kini sudah banyak yang menerapkan standar ISO 9001. Sebenarnya apa itu ISO 9001? Apa manfaat yang dirasakan ketika menerapkan ISO 9001 untuk perusahaan? Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh sebagian orang yang bingung apakah akan menerapkan ISO 9001 atau tidak. Jika Anda juga memiliki pertanyaan tersebut, maka kali ini Kami akan memberikan informasi secara rinci kepada Anda mengenai ISO 9001 ini.

Apa Itu ISO Dan Apa Itu ISO 9001?

ISO singkatan dari International Organization for Standardizatio merupakan badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. Dalam menetapkan suatu standar tersebut ISO mengundang wakil anggotanya dari 130 negara. Meski ISO adalah organisasi nonpemerintah, akan tetapi kemampuannya untuk menetapkan standar yang  sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional membuatnya lebih berpengaru. Dibandingkan dengan kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya.

Bahkan dalam prakteknya ISO menjadi konsorsium dan memiliki hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah. Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar. ISO bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang bertanggung jawab terhadap standardisasi peralatan elektronik.

Sedangkan ISO 9001 merupakan standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. ISO 9001 merupakan suatu lembaga/organisasi yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut. Dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk/jasa yang dihasilkannya.

Baca juga : Biaya Sertifikasi ISO 9001

Manfaat Penerapan ISO 9001 Untuk Perusahaan

Bila perusahaan menerapkan ISO pada perusahaannya, tentu ada banyak manfaat yang didapatkan yaitu :

  • Kepuasan pelanggan – dengan penyampaian produk secara konsisten dalam memenuhi persyaratan-persyaratan pelangga.
  • Mengurangi biaya operasional – dengan peningkatan berkesinambungan pada proses-proses dan hasil dari efisiensi operasiona.
  • Peningkatan hubungan pada pemegang kepentingan – termasuk para staf, pelanggan dan pemasok
  • Persyaratan kepatuhan hukum – dengan pemahaman bagaimana persyaratan suatu peraturan dan perundang-undangan tersebut mempunyai pengaruh tertentu pada suatu organisasi dan para pelanggan anda.
  • Peningkatan terhadap pengendalian manajemen resiko – dengan konsistensi secara terus-menerus dan adanya mampu telusur suatu produk dan pelayana.
  • Tercapainya kepercayaan masyarakat terhadap bisnis yang dijalankan – dibuktikan dengan adanya verifikasi pihak ketiga yang independen pada standar yang diakui.
  • Kemampuan untuk mendapatkan lebih banyak bisnis – khususnya pemenuhan spesifikasi-spesifikasi pengadaan yang membutuhkan sertifikasi sebagai suatu persyaratan untuk melakukan suplai barang dan jasa.

Lebih lengkap baca : Manfaat Penerapan ISO 9001 Untuk Perusahaan

Lalu bagaimana proses pendaftaran sertifikasi ISO 9001?

Proses registrasi berikut dengan tiga langkah sederhana:

  • Aplikasi permohonan pendaftaran dilakukan dengan melengkapi kuestioner SMM
  • Asesmen terhadap ISO 9001 yang dilakukan oleh satu badan sertifikasi – dimana suatu organisasi haruslah dapat menunjukkan bahwa manajemen mutu yang dilakukannya telah benar-benar berjalan secara minimal dalam jangka waktu tiga bulan sesuai seluruh urutan (siklus) dari audit internal
  • Permohonan pendaftaran disetujui oleh satu badan sertifikasi, berikut tahapan selanjutnya harus dilakukan oleh klien. Program 6 bulanan atau 12 bulanan (tahunan) kunjungan audit pengawasan (surveilans) haruslah benar-benar dilaksanakan serta proses sertifikasi ulang setelah tiga tahun masa berlakunya sertifikasi ISO 9001 tersebut.

Itulah yang dimaksud dengan ISO 9001. Bila perusahaan Anda akan menerapkannya dan mendaftarkan menjadi perusahaan yang telah tersertifikasi ISO 9001, Anda bisa gunakan jasa Kami.

Perbedaan Antara ISO dan SNI Yang Perlu Diketahui

Perbedaan Antara ISO dan SNI Yang Perlu Diketahui

ahukah Anda apa perbedaan antara ISO dan SNI? Pertanyaan perbedaan antara ISO dan SNI memang seringkali dipertanyaan oleh pelaku usaha yang ingin mendapatkan SPPT SNI. Bukan tanpa alasan, mereka mempertanyakan hal ini tentunya karena mereka bingung, kiranya apa sih manfaatnya, dan lebih penting mana antara keduanya. Nah jika Anda mempertanyakan keduanya, maka Kami akan menjawab pertanyaan Anda. Kami akan membahas perbedaan antara ISO dan SNI untuk memudahkan Anda.

Mengenal Tentang ISO dan SNI

Perlu diketahui, ISO dan SNI itu memiliki pengertian yang berbeda. Internasional Organization for Standardization atau ISO merupakan organisasi internasional yang anggotanya terdiri dari hampir seluruh negara di dunia. Indonesia adalah salah satu anggot dari ISO tersebut. Adanya ISO mmeiliki fungsi perumusan dan penerbitan standar internasional. Untuk saat ini telah ada ribuan standar yang telah dikeluarkan oleh ISO, salah satu yang paling terkenal ialah Standar mengenai sistem manajemen mutu. Yaitu ISO 9001 yang saat ini sudah terbit versi terbarunya yaitu ISO 9001 : 2015.

Sedangkan Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan Standar nasional yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Standar ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Hingga saat ini tercatat lebih dari 6000 SNI yang sudah ditetapkan, dari mulai standar untuk produk, standar pengujian, standar kompetensi, termasuk standar sistem manajemen yang mengadopsi penuh dari ISO seperti SNI ISO 9001 : 2015.

Jika dilihat dari pihak yang mengeluarkannya SNI adalah standar yang dikeluarkan BSN sedangkan ISO adalah standar yang dikeluarkan oleh Organisasi ISO. BSN sendiri merupakan Anggota penuh ISO sebagai perwakilan dari Indonesia.

Apakah Sama Antara Sertifikasi ISO dan Sertifikasi SNI?

Proses sertifikasi itu sendiri merupakan proses penilaian kesesuaian apakah suatu proses, produk, jasa, person, sistem manajemen memenuhi / sesuai terhadap standar yang diacu. Sebelum menjawab apakah sertifikasi ISO ini dengan sertifikasi SNI sama, kita harus ketahui dulu standar apa yang diacu. Misalnya jika suatu perusahaan yang memproduksi televisi telah tersertifikasi untuk ISO 9001 apakah ia perlu melakukan sertifikasi untuk SNI/ISO 9001 tentunya secara prinsip tidak.

Tetapi akan berarti harus apabila lembaga sertifikasi yang mensertifikasi belum terakreditasi. Atau sudah terakreditasi namun lembaga akreditasinya belum di recognize oleh PAC / IAF (belum menandatangani Multinational Recognition Arrangement dengan PAC/IAF). Jika perusahaan yang tersertifikasi ISO 9001 tersebut ingin agar produk televisinya menggunakan tanda SNI, tentu dia tidak bisa mengklaim bahwa dia telah tersertifikasi oleh standar internasional. Sehingga tidak perlu lagi sertifikasi berdasarkan SNI.

Hal tersebut karena ISO 9001 / SNI ISO 9001 adalah standar untuk sistem manajemen, sedangkan untuk produk TV standar yang digunakan di Indonesia adalah SNI 04-6709.1-2002. SNI ini merupakan standar keamanan untuk produk audio visual. tentunya menjadi tidak relevan jika ingin disamakan.

Baca juga : Cara Mudah dapatkan ISO 45001

Selain standar dan lembaga sertifikasinya, faktor lain yang menentukan apakah suatu sertifikasi bisa diterima atau dianggap sama adalah terkait Skema sertifikasi. Atau regulasi (jika produk tersebut sudah wajib SNI). Karena proses sertifikasi tersebut bukanlah sekedar pengujian dan audit, namun juga pengaturan mengenai aspek legalitas dan pertanggung gugatan.

Hal ini terkait apakah dalam skema sertifikasi / regulasi sudah mengatur mengenai keberterimaan sertifikat produk menggunakan standar / lembaga sertifikasi di luar Indonesia atau tidak. Lalu apakah ada perbedaan mekanisme evaluasi terhadap perusahaan yang telah memiliki sertifikasi berdasarkan standar lain atau tidak. Inilah yang paling sering menjadi tantangan utama, karena skema sertifikasi dan regulasi yang berlaku di Indonesia, secara umum belum mengakomodasi sistem keberterimaan sertifikasi berdasarkan standar lain diluar SNI.

Lalu Apakah Untuk Mendapatkan SPPT SNI haruskah punya SNI/ISO 9001 terlebih dahulu ?

Ini juga yang sering menjadi kebingungan oleh para pelaku usaha yang ingin melakukan sertifikasi produk. Biasanya suatu perusahaan dalam mengurus SPPT SNI menggunakan jasa pihak ketiga (konsultan) untuk mengatur segala macam hal terkait SPPT SNI. Seringkali juga ada informasi dari konsultan yang kurang tepat bahwa untuk mengurus SPPT SNI harus tersertifikasi ISO 9001 terlebih dahulu. Tentunya hal tersebut tidaklah benar, karena kalaupun mensyaratkan sistem manajemen, yang diminta adalah menerapkan bukan mensertifikasi.

Kemudian Anda perlu ketahui juga bahwa lembaga sertifikasi produklah yang kemudian harus menentukan apakah perusahaan sudah menerapkan sistem manajemen atau tidak. Juga apa saja yang harus di audit terkait sistem manajemen, bagaimana perlakuan apabila lembaga tersebut sudah tersertifikasi sistem manajemennya. Pengaturan mengenai apakah harus menerapkan ISO 9001 ada pada skema sertifikasinya karena di dalam skema tercantum jelas mengenai tatacara sertifikasi, termasuk apabila dipersyaratkan penerapan sistem manajemen.

Kesimpulan

  • SNI merupakan standar nasional indonesia yang berlaku di wilayah republik Indonesia.
  • SNI ditetapkan oleh BSN yang merupakan perwakilan Indonesia di ISO.
  • Apakah suatu sertifikasi ISO / standar lain bisa diakui atau tidak dalam pengurusan SPPT SNI haruslah melihat dari standar.
  • Lembaga yang mensertifikasi dan skema sertifikasinya. dan sertifikasi ISO 9001 secara umum tidak diwajibkan dalam pengurusan SPPT SNI untuk produk tertentu.
Ketahui 5 Sertifikasi ISO yang Paling Populer Di Indonesia

Ketahui 5 Sertifikasi ISO yang Paling Populer Di Indonesia

Apakah Anda pelaku usaha yang sudah menerapkan sertifikasi ISO untuk perusahaan Anda? Tahukah Anda bahwa sertifikasi ISO ini terdiri dari berbagai macam? Ya, ISO merupakan sertifikasi yang kini banyak diterapkan di Indonesia. Ada begitu banyak jenis ISO yang ada di Indonesia, tetapi 5 jenis sertifikasi ISO ini adalah yang paling populer dan banyak dijadikan standar di perusahaan Indonesia.

Apa Saja 5 Jenis ISO Paling Populer?

Berikut adalah 5 sertifikasi ISO paling populer di Indonesia :

  1. ISO 9001 2015 Quality Management Systems

Sertifikasi ISO yang pertama ini banyak diterapan oleh perusahaan di Indonesia. ISO 9001 sendiri adalah suatu standar dalam lingkup internasional khususnya di bidang manajemen mutu. Suatu perusahaan/organisasi mendapatkan sertifikasi ini melalui Pelatihan ISO 9001 2015 Quality Management Systems. Jika sudah mendapatkan sertifikasi ini maka perusahaan disebut sebagai perusahaan yang telah memenuhi persyaratan dalah hal manajemen mutu produk dan jasanya di taraf internasional.

Perlu diketahui bahwa ISO 9001 ini bersifat generic, artinya standar yang serupa dapat diterapkan pada berbagai organisasi atau perusahaan. Baik untuk organisasi/perusahaan berskala besar maupun kecil. Juga bisa digunakan untuk apapun produk dan layanan yang disediakan, dan apapun jenis perusahaannya, baik perusahaan bisnis, publik atau yang dikelola pemerintah.

Baca juga : Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan Menurut ISO 9001:2015

  1. ISO 45001 2018 Occupational Health and Safety Management Systems

Sertifikasi ISO yang kedua adalah ISO 45001 2018. ISO ini dirilis pada tanggal 12 maret 2018, dan merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan dan juga pedoman untuk manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Banyak yang menyebut ISO 45001 2018 sebagai ‘milestone’. Di ISO ini terdapat kerangka kerja yang kuat dan efektif. Kerangka kerja tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko membahayakan di tempat kerja.

Perusahaan yang telah mendapatkan serifikasi melalui Pelatihan ISO 45001 2018  Occupational Health and Safety Management Systems ini, maka akan menciptakan tempat kerja yang sehat dan aman untuk karyawan, kontraktor, pemasok, dan tamu.

Anda perlu tahu, pada dasarya ISO 45001 merupakan tolak ukur dari OHSAS 18001, sebagai tolak ukur awal untuk K3. Namun, ISO 45001 2018 ini merupakan standar yang baru dan memiliki perbedaan. Dalam tiga tahun kedepan, secara perlahan ISO ini akan menggantikan OHSAS 18001 2007. Pada perusahaan, ISO 45001 merupakan standar yang penting untuk diterapkan. Tetapi pada faktanya, dalam dunia industri banyak jiwa melayang setiap harinya yang disebabkan oleh kecelakan kerja. Padahal seharusnya hal tersebut bisa dicegah dan dikendalikan.

  1. ISO 14001 tahun 2015 Environmental Management Systems

Jenis ISO yang ketiga yang dipilih untuk sertifikasi perusahaan yaitu ISO 14001. Standar ISO ini merupakan sebuah standar global yang menetapkan persyaratan manajemen yang terstruktur untuk perlindungan lingkungan. Perusahaan yang telah mendapatkan serifikasi melalui Pelatihan ISO 14001 tahun 2015  Environmental Management Systems telah memenuhu komitmen terhadap lingkungan dalam melakukan aktivitas industrinya.

Selain itu, adanya ISO 14001 ini juga berfungsi sebagai upaya pemenuhan terhadap peraturan di bidang lingkungan, mencegah pencemaran lingkungan, serta komitmen terhadap perbaikan lingkungan secara berkelanjutan. Untuk penerapannya, suatu sistem manajaemen lingkungan atau SML cocok diterapkan di berbagai jenis perusahaan atau organisasi baik organisasi profit, non-profit, atau yang dikelola pemerintah. Karena SML menetapkan suatu persyarayan perusahaan untuk mempertimbangkan keseluruhan isu lingkungan.

Isu lingkungan tersebut meliputi pencemaran udara, air, dan limbah cair. Selain itu, juga mengatur tentang pengelolaan limbah, kontaminasi tanah, adaptasi perubahan iklim lingkungan, dan efesiensi penggunaan sumber daya.

Baca : Alasan Perusahaan Butuh ISO 45001

  1. ISO 27001 Information Security Management Systems

Keempat, jenis ISO yang populer adalah ISO 27001. ISO ini merupakan suatu standar internasional yang menerapkan persyaratan sistem manajemen keamanan informasi. Perusahaan yang telah mendapatkan serifikasi melalui pelatihan ISO 27001 Information Security Management Systems (ISMS) akan membantu perusahaan tersebut dalam membangun dan memelihara sistem manajemen keamanan informasi (ISMS).

Nah, ISMS sendiri adalah berupa seperangkat unsur yang saling berhubungan dengan perusahaan untuk mengendalikan resiko keamanan informasi. Dalam ISMS, informasi suatu perusahaan dilindungi dan dijaga kerahasiaannya, atau dikenal dengan confidentiality, integritas, dan ketersediaan informasi.

  1. Pelatihan ISO 37001 Anti-Bribery Management Systems

Terakhir, ISO 37001 adalah jenis ISO yang juga populer di Indonesia. ISO 37001 ini merupakan suatu standar internasional yang menerapkan sistem manajemen anti suap yang disusun dan dirancang untuk membantu perusahaan menciptakan, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan program kepatuhan anti-suap.

Standar internasional ini menggunakan pendekatan berbasis resiko, sehingga Perusahaan yang telah mendapatkan serifikasi melalui pelatihan ISO 37001 Anti-Bribery Management Systems memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan lebih bijak tentang mitra bisnis dan pihak ketiga.

Penerapan ISO 37001 cocok untuk berbagai jenis organisasi atau perusahaan. Baik itu dalam skala besar, kecil, organisasi berbasis layanan publik, maupun yang dikelola pemerintah, hal tersebut disesuaikan dengan tingkat resiko suap yang akan dihadapinya. Namun, pada dasarnya ISO 37001 tidak memberikan jaminan sepenuhnya suatu perusahaan atau organisasi terbebas dari suap. Dengan menerapkan  ISO 37001 merupakan tentu dapat dijadikan sebagai bentuk dari kepatuhan dan dapat menunjukkan langkah yang tepat oleh perusahaan untuk mencegah penyuapan.

Bagi Anda pemilik perusahaan, Anda perlu tahu bahwa menerapkan ISO sesuai jenis dan kebutuhan merupakan hal yang penting bagi berlangsungnya kegiatan industri. Juga komersil suatu perusahaan. Kredibilitas setiap perusahaan yang ingin bersaing secara internasional dapat diukur sesuai standar ISO.

Bagi Anda yang membutuhkan pelatihan ISO Awareness, jangan sungkan untuk menghubungi Formasi Training dengan Whatsapp, Email ataupun berkunjung ke kantor. Kami dengan senang hati akan membantu kebutuhan perusahaan Anda.

Biaya Sertifikasi Iso 27001 Yang Perlu Anda Tahu

Biaya Sertifikasi Iso 27001 Yang Perlu Anda Tahu

Apakah Anda mencari informasi mengenai biaya sertifikasi ISO 27001? Taukah Anda bahwa keluarga standar ISO / IEC 27000 membantu organisasi menjaga aset informasi tetap aman? Ya, ISO 27001 menjadi salah satu sertifikasi yang kini banyak digunakan untuk perusahaan di Indonesia. Adanya sertifikasi ini digunakan untuk membantu Anda dalam mengelola keamanan aset seperti informasi keuangan, kekayaan intelektual, rincian karyawan atau informasi yang dipercayakan kepada Anda oleh pihak ketiga.

Seperti halnya standar sistem manajemen ISO pada umumnya, sertifikasi untuk ISO / IEC 27001 adalah mungkin tetapi tidak wajib. Beberapa organisasi yang kini ada di Indonesia memilih untuk menerapkan standar untuk memperoleh manfaat dari praktik terbaik yang dikandungnya. Sementara itu, perusahaan atau organisasi yang lain memutuskan mereka juga ingin mendapatkan sertifikasi untuk meyakinkan pelanggan dan klien. Dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa rekomendasinya telah diikuti.

Penerapan ISO 27001

Bagi perusahaan yang ingin menerapkan sebuah sistem manajemen berbasis ISO terutama ISO 27001, maka perusahaan harus mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan sertifikat ISO. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalah pahaman pada saat deal melakukan perjanjian kontrak dengan badan sertifikasi yang ditunjuk.

Faktor-Faktor Yang Menentukan Biaya Sertifikasi ISO 27001

Untuk mengetahui harga atau biaya yang dibutuhkan untuk sertifikasi ISO 27001 ini, Anda perlu ketahui bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu :

  1. Skope Sertifikasi atau ruang lingkup penerapan sistem manajemen yang akan dilakukan Audit. Misalkan ( kantor, site, workshop, atau yang lainya). Jadi semakin besar lingkup penerapan sistem manajemen biayanya akan berbeda, perusahaan harus menentukan lingkup sertifikasi, sesuai dengan tujuan diperolehnya sertifikasi .
  2. Jumlah karyawan yang ada pada kantor. Sistem manajemen mutu ISO biasanya badan sertifikasi hanya menghitung jumlah karyawan tetap. Namun adapula sistem manajemen lain yang dihitung jumlah keseluruhan karyawan. Semakin banyak karyawan atau divisi semakin banyak proses audit yang harus dilakukan.
  3. Jumlah mandays : waktu audit dan jumlah auditor juga berpengaruh terhadap biaya sertifikasi, harga mandays biasanya sudah ditetapkan dari badan sertifikasi,
  4. Durasi survailance : beberapa badan sertifikasi melakukan surveilance bervariasi ada yang enam bulan sekali dan ada juga yang 1 tahun sekali untuk melakukan peninjauan atau audit ulang,
  5. Lokasi perusahaan : jarak atau lokasi perusahaan yang akan di audit juga berpengaruh terhadap perhituangan biaya bila perusahaan yang akan disertifikasi di luar daerah maka perusahaan harus menanggung biaya akomodasi, dan tiket pesawat untuk auditor, selain itu perusahaan harus menambah mandays untuk perjalanan auditor.

Itulah faktor yang menentukan biaya dari sertifikasi ISO 27001. Bila Anda menginginkan harga yang murah, pada dasarnya ditentukan pula dari bagaimana Anda mengurusnya. Apakah Anda akan mengurus sendiri sertifikasi tersebut, atau mengurus sertifikasi melalui jasa sertifikasi ISO.

Mengurus sertifikasi sendiri mungkin lebih murah, akan tetapi pastinya tenaga yang diperlukan akan lebih banyak. Apabila Anda menginginkan harga yang murah, pilihlah jasa sertifikasi ISO yang tepat. Kami sertifikasi.co membantu Anda pengurusan ISO dengan baik dan cepat dengan biaya yang murah. Kami siap bantu Anda mengurus ISO 27001 dengan baik. Hubungi Kami untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut lainnya.

Biaya Sertifikasi Iso 9001 Terbaru

Biaya Sertifikasi Iso 9001 Terbaru

Penerapan ISO 9001 bagi perusahaan kini menjadi hal yang wajib. Meskipun demikian, banyak sekali perusahaan atau organisasi yang berpikir untuk menerapkan ISO 9001 diperlukan biaya yang cukup tinggi. Karena mereka mengira biaya konsultasi, biaya sertifikasi, biaya penerapan ISO 9001 semua mengeluarkan biaya. Akibatnya, banyak perusahaan yang mengurungkan niatnya untuk menerapkan ISO 9001. Padahal jika ditelisik lebih dalam, pada kenyataannya biaya yang diperlukan tidak terlalu mahal, asalkan Anda mengetahui cara dapatkan biaya yang murah.

Jika sebuah perusahaan menerapkan ISO 9001, maka bisa dilakukan dengan gratis apabila penerapannya bukan untuk sertifikat, tapi untuk efisiensi, untuk meningkatkan kinerja. Akan tetapi, apbila perusahaan hanya sekadar menerapkan ISO 9001 untuk sertifikat, tentu saja itu akan menjadi tambahan biaya.

Baca juga : Manfaat Penerapan ISO 9001

Bagaimana Supaya ISO 9001 Bisa Meningkatkan Kinerja Perusahaan?

Bila sebuah perusahaan melakukan penerapan ISO untuk meningkatkan kinerja perusahaan, maka ada hal yang perlu dilakukan agar ISO 9001 tersebut berfungsi dengan baik. Berikut hal yang perlu dilakukan :

  1. Perusahaan membuat list permasalahan yang terjadi di setiap proses. List permasalahan tersebut kemudian akan menjadi input dalam pengembangan sistem, sehingga sistem pada perusahaan bisa bersifat pencegahan. Dengan berkurangnya permasalahan, tentunya perusahaan mendapatkan keuntungan dari biaya yang turun dan waktu kerja yang lebih efektif.
  2. Perusahaan menetapkan target sasaran mutu secara menyeluruh terhadap semua karakteristik penting yang berdampak pada efisiensi, kualitas, penurunan biaya dan juga target penjualan perusahaan. Sasaran mutu atau target perusahaan tersebut harus lebih baik dari pencapaian tahun sebelumnya.
  3. Perusahaan mengajarkan karyawan untuk menyusun program kerja untuk mencapai target. Perusahaan tersebut perlu menyadari bahwa mencapai target tidak bisa dilakukan dengan hanya mengerjakan rutinitas. Tapi mencapai target harus dicapai melalui perubahan. Oleh karena itu perusahaan perlu mengajarkan karyawan untuk menyusun program kerja perubahan untuk dapat meningkatkan target.
  4. Untuk dapat membuat program kerja yang baik, diperlukan kreativitas dan keterbukaan diri. Jika karyawan merasa bahwa dirinya sudah sempurna, atau merasa bahwa yang dilakukan sekarang sudah maksimal, maka program kerja yang dibuat hanya akan berisi aktifitas rutin atau bahkan berisi program kerja untuk departemen lain. Seolah masalah terjadi karena departemen lain.

Saat program kerja dieksekusi, perusahaan berhasil melakukan improvement, tentunya ada penurunan biaya atau ada profit yang di peroleh oleh perusahaan.

Lalu Berapa Biaya Yang Dibutuhkan Untuk Sertifikasi ISO 9001?

Untuk mendapatkan informasi biaya sertifikasi ISO 9001, Anda perlu ketahui bahwa ada 2 macam biaya, yaitu :

  • Biaya untuk implementasi.
  • Biaya untuk sertifikasi.

Selain itu, Anda perlu ketahui untuk memperhitungkan biaya maka Anda harus memperkirakan faktor utama bagi perusahaan. Berikut 3 faktor yang perlu diperhitungkan :

  1. Ukuran dan kompleksitas organisasi.

Apakah itu sebuah organisasi lokasi tunggal kecil? atau itu sebuah perusahaan besar dengan proses seperti desain, manufaktur, instalasi, pengujian, dll?

  1. Jenis sistem mutu yang saat ini digunakan.

Apakah ia memiliki sistem yang terstruktur dan disiplin di tempat? Adalah sistem didokumentasikan, dan seberapa baik?

  1. Waktu yang staf dan anggota lain dari organisasi yang harus diinvestasikan untuk proyek.

Apakah organisasi akan melaksanakan segala sesuatu dengan anggota saat ini? Apakah akan mempekerjakan seseorang untuk membimbing mereka? Atau, ia akan menyewa konsultan ISO untuk menyelesaikan seluruh proses?

Meskipun pada dasarnya semua biaya sertifikasi tersebut berdasarkan dari jenis perusahaan dan sertifikasinya, akan tetapi secara umum biaya tersebut murah. Anda bisa mengetahui biaya sertifikasi tersebut secara langsung atau dengan melalui biro jasa. Biro jasa ini biasanya akan menerapkan biaya tertentu. Tapi dengan menggunakan biro jasa sertifikasi ISO 9001 dari Kami, maka biaya yang dibutuhkan juga akan lebih murah. Anda cukup menghubungi nomor Kami.

7 Langkah Mudah Untuk Mendapatkan Sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia)

Dalam penjualan produk baik makanan ataupun barang tentulah harus memenuhi sertifikasi standar nasional Indonesia. Dengan adanya SNI maka barang atau makanan yang diperjualbelikan itu telah dianggap memenuhi standar keamanan dan kenyamanan. Sehingga bagi konsumen yang membelinya menjadi tidak ragu akan keamanan dari produk tersebut. Untuk itu, bagi seorang produsen, ada baiknya untuk segera mendaftarkan produknya untuk memperoleh sertifikasi SNI ini.

Untuk mendapatkan sertifikasi SNI tersebut, mungkin bagi sebagian pengusaha, terutama UKM, merasa malas ya. Apalagi harus mengurus sejumlah administrasi ataupun pendaftaran lainnya, kurang praktis dan berbagai persyaratan yang sulit kerap kali menjadi alasan hal tesebut. Namun, karena ini adalah hal yang penting untuk masa mendatang, maka Anda wajib untuk mengurusnya.

Mendaftar dan mendapatkan sertifikasi SNI menjadi hal yang penting, sebab nantinya akan membantu bisnis Anda untuk dapat menembus pasar bebas. Serta nantinya akan mendapatkan angka penjualan dengan cepat. Kualitas produk yang telah diakui dan terbukti aman tentunya akan menjadi nilai tersendiri di mata para konsumen.

Lalu, Produk Apa Sajakah yang Harus disertai Sertifikasi SNI?

Tidak dapat dipungkiri, pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai SNI memang dikatakan masih rendah. Bahkan hanya sebagian yang mengetahui bahwa semua produk yang dijual di Indonesia harus memiliki label SNI. Produk tersebut tidak hanya produk helm, standar SNI juga dikenakan pada berbagai produk seperti tabung LPG, lampu, kabel listrik, pupuk, kopi, teh, kakao, makanan, minuman. Serta berbagai jenis minyak, gula, tepung, produksi besi dan baja, kaca, karet, ban, dan berbagai bahan kontruksi lainnya.

Bagaimana Cara Mendapatkan Sertikasi SNI ?

Untuk Anda yang akan mengurus sertifikasi SNI ada tujuh langkah mudah yang harus dilakukan. Langkah ini dilakukan untuk mengajukan permohonan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI kepada Lembaga Sertifikasi Produk Pusat Standarisasi (LSPro-Pustan) Departemen Perindustrian (Deperin) seperti yang dipaparkan dalam dokumen LSPro-Pustan/P.19. Berikut adalah 7 langkah mudah mendapatkan sertifikasi SNI :

  1. Mengisi Formulir Permohonan SPPT SNI

Daftar isian permohonan SPPT SNI dilampiri:

  • Fotokopi Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu SNI 19-9001-2001 (ISO 9001:2000) yang dilegalisir. Sertifikasi tersebut diterbitkan Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu (LSSM) yang diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN).
  • Apabila produk yang didaftarkan berupa produk impor, maka perlu dilengkapi sertifikat dari LSSM negara asal dan yang telah melakukan Perjanjian Saling Pengakuan (Mutual Recognition Arrangement/MRA) dengan KAN.

Proses pada tahap pertama ini biasanya berlangsung selama satu hari.

  1. Verifikasi Permohonan

Selanjutnya, Anda perlu melakukan verifikasi permohonan. Dalam melakukan verifikassi LSPro-Pustan meliputi : semua persyaratan untuk SPPT SNI, jangkauan lokasi audit, kemampuan memahami bahasa setempat (jika ada kesulitan, perlu penerjemah bahasa setempat untuk audit kesesuaian). Selanjutnya akan terbit biaya (invoice) yang harus dibayar produsen. Proses verifikasi perlu waktu satu hari.

  1. Audit Sistem Manajemen Mutu Produsen

Proses selanjutnya adalah melakukan audit sistem manajemen mutu produsen yaitu :

  • Audit Kecukupan (tinjauan dokumen): Memeriksa kelengkapan dan kecukupan dokumen sistem manajemen mutu produsen terhadap persyaratan SPPT SNI. Bila hasilnya ditemukan ketidaksesuaian kategori mayor maka permohonan harus melakukan koreksi dalam jangka waktu dua bulan. Jika koreksi produsen tidak efektif, permohonan SPPT SNI akan ditolak.
  • Audit Kesesuaian: Memeriksa kesesuaian dan keefektifan penerapan Sistem Manajemen Mutu di lokasi produsen. Bila hasilnya ditemukan ketidaksesuaian, pemohon harus melakukan koreksi dalam jangka waktu dua bulan. Jika tindakan koreksinya tidak efektif, maka LSPro-Pustan Deperin akan melakukan audit ulang. Bila hasil audit ulang tidak memenuhi persyaratan SNI, pemohonan SPPT SNI produsen ditolak.

Proses audit biasanya perlu waktu minimal lima hari.

  1. Pengujian Sampel Produk

Langkah keempat adalah langkah pengujian sampel produk apabila diperlukan. Pengujian dilakukan di laboratorium. Pemohon menjamin akses Tim Asesor dan Petugas Pengambil Contoh (PPC) untuk memperoleh catatan dan dokumen yang berkaitan dengan Sistem Manajemen Mutu. Sebaliknya, LSPro-Pustan Deperin menjamin para petugasnya ahli dibidang tersebut.

Pengujian tersebut dilakukan di laboratorium penguji atau lembaga inspeksi yang tentunya sudah diakreditasi. Jika dilakukan di laboratorium milik produsen, diperlukan saksi saat pengujian. Sampel produk diberi Label Contoh Uji (LCU) dan disagel. Proses ini butuh waktu minimal 20 hari kerja.

  1. Penilaian Sampel Produk

Selanjutnya, laboratorium penguji akan menerbitkan Sertifikasi Hasil Uji. Bila hasil pengujian tidak memenuhi persyaratan SNI, pemohon diminta segera melakukan pengujian ulang. Namun jika hasil uji ulang tak sesuai persyaratan SNI, permohonan SPPT SNI ditolak.

  1. Keputusan Sertifikasi

Seluruh dokumen audit dan hasil uji menjadi bahan rapat panel Tinjauan SPPT SNI LSPro-Pustan Deperin. Proses penyiapan bahan biasanya perlu waktu tujuh hari kerja, sementara rapat panel sehari.

  1. Pemberian SPPT-SNI

Terakhir, LSPro-Pustan akan melakukan  klarifikasi terhadap perusahaan atau produsen yang bersangkutan. Proses klarifikasi ini perlu waktu empat hari kerja. Keputusan pemberian sertifikat oleh Panel Tinjauan SPPT SNI didasarkan pada hasil evaluasi produk yang memenuhi: kelengkapan administrasi (aspek legalitas), ketentuan SNI, dan proses produksi serta sistem manajeman mutu yang diterapkan dapat menjamin konsistensi mutu produk. Jika semua syarat terpenuhi, esoknya LSPro-Pustan Deperin menerbitkan SPPT SNI untuk produk pemohon.

Lalu Berapa Biaya Yang Diperlukan Untuk Pengurusan SNI?

Terkait dengan masalah biaya pengurusan SNI, memang terbilang cukup tinggi. Hal ini telah diatur di dalam Peraturan Pemerintah RI No. 63 tahun 2007 dengan perkiraan biaya sekitar Rp10-40 juta.

Demikian tujuh langkah mudah untuk mendapatkan sertifikasi serta label SNI pada produk yang akan Anda jual di pasaran. Jika Anda akan mengurus SNI dan malas untuk mengurusnya sendiri, Kami siap bantu Anda.

Ini Pentingnya Produk Tersertifikasi SNI bagi Dunia Industri

Didalam dunia industri, produk yang telah tersertifikasi SNI begitu penting untuk kelancaran perdagangan internasional. Hal ini diketahui meningkatnya perdagangan internasional tentu juga barang-barang yang diperjual belikan disini sangat bebas. Semua jenis produk apapun terjual bebas di pasar internasional ini. Dengan persaingan yang cukup ketat, maka produk yang telah memenuhi mutu dan standar Internasional yang akan memenangkan persaingan ini.

Mutu dan standar tersebut memegang peranan yang cukup penting dalam sistem perdagangan. Terdapat 2 (dua) kategori mutu dan standar yang dipersyaratkan yaitu:

  1. Pertama, bahwa produk harus memenuhi spesifikasi standar tertentu;
  2. Kedua bahwa perusahaannya harus memenuhi persyaratan standar sistem manajemen mutu yang diterima secara Internasional.

Apa Yang Dimaksud Kegiatan Sertifikasi Dalam Perdagangan Internasional?

Kegiatan sertifikasi adalah cara untuk menjamin bahwa produk/jasa yang dihasilkan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Serta telah memenuhi dokumen normatif lainnya atau menjamin bahwa suatu perusahaan dalam memproduksi barang/jasanya telah menerapkan persyaratan standar sistem manajemen mutu yang diterima secara Nasional dan Internasional.

Untuk dapat memastikan bahwa produk yang digunakan oleh pelanggan tersebut telah memenuhi persyaratan standar yang ditetapkan. Maka ISO (International Organization for Standardization) menawarkan suatu mekanisme penilaian kesesuaian yaitu sertifikasi produk sesuai dengan persyaratan ISO/IEC 17065:2012.

Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang berlaku di Indonesia harus diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sesuai dengan UU nomor 20 tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian dan Peraturan Pemerintah tahun 2018 tentang Sistem Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Nasional.

Peningkatan Mutu Produk Dalam Industri Perdagangan

Standardisasi produk barang tentulah sangat penting dalam perdagangan global. Kebijakan ini dilakukan untuk memperketat proses masuk dan keluarganya produk-produk barang dengan tingkat keamanan yang rendah. Misalnya pada produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik ataupun produk barang yang lain.

Proses standarasisasi itu sendiri penting, berfungsi untuk membantu menjembatani antara kepentingan konsumen dengan kepentingan pelaku usaha/produsen. Dengan cara menetapkan standar produk yang tepat, tentu sajadapat memenuhi kepentingan dan mencerminkan apresiasi dari kedua belah pihak.

Apaila terdapat barang tidak memenuhi syarat mutu tentu saja dapat menimbulkan kerugian pada konsumen. Terlebih jika produk tersebut berupa makanan atau minuman pastinya dapat membahayakan kesehatan pada konsumen. Oleh karena itu, jika produk tersebut akan memasuki pasar bebas, dibututuhkan adanya kesiapan terhadap produk-produk domestik.

Salah satu cara untuk melindungi produk domestik agar dapat bersaing dari serbuan produk-produk impor adalah memperketat berlakunya standardisasi produk atau adanya penetapan standarisasi produk Indonesia. Standar Nasional Indonesia (SNI) ini diberlakukan dalam rangka untuk menjawab persoalan di atas.

Sertifikasi Produk Dalam Perdagangan

Tujuan utama dari sertifikasi bagi industri adalah industri tersebut ingin menerapkan standarisasi manajemen mutu sesuai dengan standar yang diakui secara Internasional. Sehingga diperoleh keteraturan dalam proses produksi, menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan pelanggan, dan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya bagi industri.

Dengan hal tersebut, maka telah diketahui mengenai fungsi sertifikasi. Adapun fungsinya antara lain :

Sebagai bukti jaminan tertulis terkait: a) penerapan sistem manajemen mutu organisasi dalam memproduksi barang/jasa telah memenuhi persyaratan Internasional (contoh ISO 9000, ISO 14000, HACCP, dll) dan b) penandaan/pelabelan jaminan kualitas produk yang dijual di pasaran sesuai dengan standar persyaratan yang diacu (contoh Sertifikat Penggunaan Penandaan Tanda SNI).

Sehingga dengan adanya penandaan/pelabelan tersebut produk yang diperjualbelikan menjadi terjaga mutu dan kualitasnya. Serta pastinya konsumen terlindungi dari keamanan, bahaya, dan keselamatannya.

Manfaat Sertifikasi SNI

SNI (Standar Nasional Indonesia) adalah standar yang berlaku secara nasional di Indonesia dan ditetapkan oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional). Standar Nasional Indonesia tersebut berisi tentang spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode. Sertifikasi SNI disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan, kesehatan lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Serta pastinya juga pengalaman, perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.

Penerapan SNI pada sebuah produk pada dasarnya bersifat sukarela. Namun, SNI juga dapat diberlakukan secara wajib melalui Peraturan Menteri terkait dengan memperhatikan aspek-aspek keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, moral hazard dan atau pertimbangan ekonomis. Sertifikasi SNI tersebut diberlakukan secara wajib baik terhadap barang dan atau jasa produksi dalam negeri maupun impor yang diperdagangkan dalam wilayah Indonesia. Bukti bahwa produk tersebut telah berstandar SNI atau tidak dapat dilihat dari pencantuman tanda yang biasanya berupa tulisan “SNI” dan dicantumkan pada kemasan produk yang diberikan oleh BSN sebagai pemilik logo SNI.

Manfaat yang didapat dari penerapan SNI produk antara lain:

  • Meningkatkan daya saing industri nasional, menjamin mutu hasil industri, dan menciptakan persaingan usaha yang sehat dan adil. Produk yang telah menggunakan standar SNI diharapkan memiliki mutu yang baik dan konsisten sehingga dapat meningkatkan daya saing dan pemasaran secara global. Penggunaan SNI juga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya karena terjadi optimasi proses produksi.
  • Melindungi konsumen dan meningkatkan kepuasan konsumen. Penerapan SNI wajib pada produk yang berisiko tinggi seperti air minum (AMDK), mainan anak, tabung gas, regulator, dan selang gas bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan konsumen. Sehingga konsumen lebih percaya diri pada saat memilih produk ber-SNI bahwa produknya tersebut aman, dapat diandalkan, dan berkualitas tinggi.
  • Memfasilitasi produsen untuk meningkatkan pasar terhadap produk mereka.

Itulah pentingnya bagi sebuah industri untuk menerapkan sertifikasi pada produk yang mereka produksi. Selain bermanfaat untuk diri sendiri sebagai produsen, pastinya juga akan memberikan manfaat bagi konsumen yang menggunakan produk tersebut.